Bisnis Taksi Reguler Harus Ikuti Teknologi

YOGYA, KRJOGJA.com – Menghadapi revolusi digital, pengusaha taksi reguler atau konvensional harus berkolaborasi dan bersinergi dengan teknologi tersebut.  Kolaborasi tersebut guna menghindari persaingan atau iklim bisnis yang tidak sehat antara angkutan umum reguler dengan taksi online.

Ketua Organda DIY, Agus Andrianto menyampaikan taksi masih menjadi moda transportasi umum yang bisa diandalkan di DIY.  Dari 1.025 taksi yang ada di DIY mempunyai tingkat keterisian penumpang atau load factor hingga 60 persen.  Serangan moda transportasi yang berbasis online memang menggerus pasar taksi konvensional.

"Taksi reguler di DIY sebenarnya sudah mengikuti dinamika perkembangan teknologi  dengan membuat aplikasi taksi online tetapi malah kalah populer dengan aplikasi lain yang muncul. Kita perkirakan jumlah taksi online di DIY justru lebih banyak dari taksi reguler," tutur Agus dalam Bincang Bisnis Transportasi Taksi se-DIY yang digelar PT Bank BPD DIY di Grand Mercure Maha Cipta dan Ibis Yogyakarta, Selasa (26/9/2017).

Agus menjelaskan agar tidak terjadi konflik atau persaingan usaha di pasar yang tidak sehat antara taksi reguler dengan taksi online maka diperlukan pengaturan atau regulasi. Jika tidak ada pengaturan pelaku usaha taksi reguler akan gulung tikar dan muncul ketidakadilan nantinya. Dampaknya bagi pengguna jasa taksi reguler jika taksi online tidak diatur maka tidak ada jaminan mutu pelayanan dan kehilangan haknya sebagai penumpang.

"Kami usulkan kewajiban taksi online tetap memenuhi regulasi berdasarkan Peraturan Mentei Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Umum Tidak Dalam Trayek dan  wajib dilaksanakan sesuai  UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," imbuh Pemilik PO Langen Mulyo ini.

Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Hari Agus Triyono menyampaikan pihaknya komitmen akan melakukan penertiban bagi angkutan sewa khusus yang tidak memenuhi aturan atau regulasi nantinya. Pihaknya berharap pengusaha taksi reguler dan taksi online bersaing secara sehat dan kompetitif terutama dari segi aplikasi dan pelayanan nantinya.

"Kita tidak bisa menolak kehadiran teknologi tetapi yang harus dilakukan adalah memposisikan diri. Kehadiran teknologi aplikasi tidak akan mengubah bisnis angkutan umum hanya menghadapi perubahan landscape bisnis angkutan serta beradaptasi dengan teknologi agar tidak hilang," imbuh Pakar Transportasi dari Pustral UGM, Wiratno Wahyu Wibowo.

Direktur Utama PT Bank BPD DIY,  Bambang Setiawan mengatakan pihaknya akan berkolaborasi dan bersinergi dengan financial technology (fintech) agar jalan bersama antara bank konvensional dengan teknologi keuangan.  Bank BPD DIY terus mengembangkan digital banking mengikuti arus revolusi digital dengan penuh kesadaran dan terarah.

"Bank BPD DIY ingin mempunyai fintech dan UKM Center nantinya sebab lebih dari 70 persen UKM di DIY dibiayai Bank BPD DIY. Kami sadar mereka perlu memasarkan produk secara onlind bukan offline  atau konvensional lagi maka kami ingin membuat market places online yang menjual barang-barang UKM binaan bank BPD DIY," pungkas Bambang. (Ira)

BERITA REKOMENDASI