BKSGK Serukan Pemulihan Relasi Bangsa

YOGYA, KRJOGJA.com – Kontestasi Pemilu menimbulkan terganggunya relasi kehidupan berbangsa yang terasa dampaknya hingga saat ini. Badan Kerja Sama Gereja-gereja Kristen (BKSGK) DIY menyerukan agar relasi bangsa Indonesia dipulihkan dan direkatkan kembali dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. 

"Kontestasi Pemilu menimbulkan sekat dan dampak luar biasa. Kami berkomitmen berjuang untuk mewujudkan pemulihan relasi bangsa Indonesia. Mari kita sadari bahwa kita dipersatukan, direkatkan oleh empat komponen tersebut," kata  Ketua Umum BKSGK DIY Pdt Agus Haryanto MMin, saat audiensi ke Direksi PT BP KR, Senin (23/12/2019). 

Pada kesempatan itu Agus didampingi Katin Subyantoro (Penasihat), Drs Paulus Kristiyanto MPd (Sekretaris Umum), dan Pdt Agus Tosadu (BKSGK Kota Yogya). Mereka diterima Dirut PT BP KR M Wirmon Samawi SE MIB dan Direktur Keuangan Imam Satriadi SH.

Pemulihan relasi bangsa itu merupakan salah satu dari empat komitmen dalam momentum Natal 2019. BKSGK juga berkomitmen mewujudkan kebersamaan sebagai bangsa dengan saling peduli, saling mendukung, dan menjadi sahabat. Lalu mendukung pemerintah untuk memberdayakan seluruh potensi bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang maju, dan mendukung dan ikut menjaga DIY sebagai provinsi yang toleran dengan pluralitas yang ada.

Katin prihatin dengan kualitas toleransi yang makin menurun. Menurutnya, perbedaan merupakan keniscayaan yang merupakan kehendak Tuhan. Ia menyerukan dipulihkannya harmonisasi hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Menurut Katin, Bung Karno dan pendiri bangsa meletakkan dasar negara bukan berdasarkan agama, tetapi Ketuhanan Yang Maha Esa. 

"Jangan tonjolkan agama karena menjadikan perdebatan yang tak bisa distukan, tapi Ketuhanan YME sebagai konsep rohani yang universal. Jangan bicara tentang yang berbeda-beda, tapi kembali pada kesadaran yang hakiki bahwa kita semua ciptaan Tuhan yang sama," tandasnya.(Bro)

BERITA REKOMENDASI