BMKG Gencarkan Edukasi Iklim Untuk Masyarakat

YOGYA, KRjogja.com – Keberhasilan peran BMKG dalam pengembangan literasi sains diukur dari pemahaman masyarakat terhadap perkembangan iklim saat ini. Oleh karena itu saat ini BMKG sedang gencar mengadakan program edukasi iklim untuk masyarakat salah satunya mengenai ekstrimnya perubahan iklim di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Literasi sains dinilai penting dalam penanggulangan bencana.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG Dr Urip Haryoko Msi mengatakan bahwa saat ini telah terjadi perubahan curah hujan. Jika dulu banjir terjadi ketika hujan dalam jangka waktu panjang, kini tidak lagi begitu.

"Contohnya saja curah hujan di Jakarta terjadi dalam waktu yang semakin singkat. Jika dulu air setinggi 100 mm didapat dari hujan selama 4 jam, sekarang kurang dari 4 jam sudah bisa menghasilkan 100 mm," ujar Urip, Selasa (12/09/2017) dalam Seminar Nasional Pesta Sains 2017 di Hotel Inna Garuda Malioboro.

Kecenderungan curah hujan saat ini di seluruh Indonesia adalah hujan deras dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu ia menghimbau agar masyarakat dan pemerintah setempat menambah kapasitas selokan di sekeliling mereka. Berdasarkan data yang dimiliki oleh BMKG pun, bencana karena air seperti banjir, longsor, dan kekeringan lebih banyak mendominasi di Indonesia. 

Selain hujan deras yang singkat, hampir seluruh wilayah di Indonesia juga mengalami tren peningkatan suhu. Sementara itu Jakarta merupakan wilayah yang paling panas dengan peningkatan suhu yang melampaui tren kenaikan suhu secara global. 

Pergantian iklim yang ekstrim tersebut masih belum banyak diketahui oleh masyarakat desa yang memiliki lahan. Oleh karena itu saat ini BMKG menggencarkan program Sekolah Lapangan Iklim bagi para petani. (MG – 07)

BERITA REKOMENDASI