BNPT Awasi Sel-sel Jaringan Terorisme

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemilu 2019 menjadi perhatian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Yaitu memastikan agar sel-sel jaringan terorisme tidak mengganggu jalannya pesta demokrasi.

"Meskipun terorisme itu bentuknya beda dan tidak sejalan dengan pesta demokrasi, tapi BNPT tidak bisa meremehkannya (underestimate) dan memastikan agar sel-sel itu tidak mengganggu Pemilu," kata Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius kepada wartawan disela acara penandatanganan perpanjangan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Australia dalam hal pencegahan terorisme di Ballroom Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Jumat (07/12/2018).

Untuk memastikan agar perhelatan pesta demokrasi aman, semua pihak harus bekerja bersama mengawasi semua lini dari potensi gangguan termasuk ancaman terorisme. "Meskipun sel-sel jaringan terorisme itu hidup, tapi yang terpenting harus dipastikan jangan sampai mengganggu jalannya pesta demokrasi," ujarnya.

Dijelaskan Suhardi, paradigma dalam upaya pencegahan terorisme tidak lagi menitikberatkan pada faktor penegakan hukum, tapi faktor preventif (pencegahan dini). Isu yang menjadi perhatian adalah mengawasi pergerakan teroris dari luar negeri yang masuk kembali ke tanah air (returnis). Selain itu mengawasi aliran dana teroris (founding).

"Maka kita libatkan berbagai lembaga dan kementerian dalam upaya pencegahan terorisme ini, misalnya PPATK untuk mengawasi aliran dan terorisme," tuturnya.

Menurut Suhardi kerja sama dengan pemerintah Australia dalam hal pencegahan terorisme sangat penting, untuk saling bertukar informasi dan pengalaman dalam mengidentifikasi jaringan terorisme.

"Tidak ada negara di dunia ini yang kebal dari terorisme, sehingga kerja sama bilateral, regional maupun global dalam hal pencegahan terorisme sangat penting," katanya.

Australian Ambassador for Counter Terorism, Mr Paul Foley mengatakan, upaya preventif merupakan kunci dalam mencegah terorisme. Ia juga menyadari bahwa terorisme bisa terjadi dimanapun termasuk di Australia. "Kita terus perkuat kerja sama dengan negara-negara lain termasuk Indonesia agar aman dari terorisme ," katanya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI