BNPT Minta Mahasiswa Jadi Cyber Army, Apa Itu?

YOGYA, KRJOGJA.com – Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) menggelar obrolan rakyat bersama perwakilan Himpunan Mahasiswa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten Bima NTB yang tengah menimba ilmu di Yogyakarta Kamis (28/6/2018).  Para mahasiswa yang juga aktif di jagad sosial media pun diajak untuk terus menyampaikan hal positif terutama untuk menyadarkan simpatisan dan suporter terorisme. 

Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Polisi Hamli mengatakan hingga saat ini masih saja ada netizen yang melempar simpati pada pelaku teror yang sudah terbukti melakukan kekerasan. 

Menurut dia, simpati tersebut seharusnya tak perlu dilakukan lantaran para teroris sudah melakukan aksi kekerasan yang bahkan hingga menghilangkan nyawa orang lain.  "Kami berharap masyarakat jangan bersimpati pada teroris karena mereka membunuh di mana-mana kok apalagi yang jelas sudah menyerang. Ini harus terus dihimbau pada masyarakat untuk tidak bersimpati pada teroris,” tegasnya. 

Terkait adanya anggapan aksi teror merupakan konspirasi dan rekayasa pihak luar yang memang menginginkan adanya ketidakamanan dan ketidaknyamanan di Indonesia, BNPT pun tak menampik kemungkinan tersebut. Namun demikian, Hamli tetap meminta masyarakat berpikir kritis untuk tidak mau kondisi seperti itu terus-terusan terjadi. 

“Kalau memang benar ada rekayasa asing, apa kita terus mau dalam keadaan seperti ini, pasti tidak mau kan. Yasudah jangan mau, jangan pernah simpati karena nantinya jadi amunisi para teroris,” sambung Hamli. 

Di hadapan perwakilan Himpunan Mahasiswa Ngali, Hamli pun mengajak anak-anak muda tersebut untuk aktif bersuara positif di sosial media. “Kalau yang positif dan mayoritas diam saja, ya yang minoritas dan simpatik atau suporter teroris itu akan terus bersuara, ini yang pasti kita tidak mau. Jangan sampai Indonesia bernasib seperti negara-negara Timur-Tengah,” pungkasnya. 

Pembina Himpunan Mahasiswa Ngali, Muhtar mengaku siap mengajak seluruh rekannya untuk menebar virus positif di sosial media. Mahasiswa asal Ngali akan menjadi cyber army yang siap mendukung pemberantasan terorisme. 

“Kami sudah komitmen untuk menolak segala macam tindakan radikalisme dan teror, karena itu bertentangan dengan apapun. Kami siap menebar hal positif di sosial media,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI