Bocah SD Itu Ternyata Dibunuh Tetangga Sendiri

YOGYA, KRJOGJA.com – Penyebab tewasnya siswi Sekolah Dasar (SD), AM (10) yang ditemukan di Sungai Winongo, terungkap. Bocah SD itu dibunuh dan diperkosa oleh tetangganya, Nch alias Nopek (27) warga Tegalrejo Yogya. Residivis tersebut, berhasil ditangkap Satreskrim Polresta Yogya Polda DIY.

Baca Juga: Sempat kabur ke kaliurang untuk menghilangkan jejak

Sebelum dibuang di Sungai Winongo, cincin dan anting-anting korban juga dirampas oleh tersangka. 
"Tersangka ini tetangga korban, jarak rumahnya hanya sekitar 2 rumah dari rumah korban," ungkap Kapolresta Yogya Kombes Pol Armaini SIK, Senin (15/10/2018).

Berdasarkan pemeriksaan tersangka, sebelum kejadian pada Sabtu (29/9/2018) sore, tersangka minum-minuman keras. Pada Minggu (30/9/2018), sekitar pukul 01.00, tersangka berpapasan dengan ibu korban yang akan bepergian. Selanjutnya tersangka mempunyai niat untuk memperkosa korban.

"Tersangka langsung mengetuk pintu rumah korban. Merasa sudah kenal, korban membuka pintu. Namun karena dikunci, tersangka menyuruh korban keluar dari belakang," terangnya.

Selanjutnya tersangka dan korban menuju ke tepi Sungai Winongo. Tersangka meminta cincin dan anting korban dengan mengancam akan memperkosa jika tidak diberikan. Setelah diberikan, tersangka memukul korban hingga pingsan.

"Tak hanya itu, tersangka juga memperkosa korban. Kemudian tubuh korban dibuang ke sungai dalam keadaan pingsan. Diduga korban meninggal karena tenggelam di sungai. Hal itu sesuai hasil otopsi, bahwa paru-paru korban ada air," paparnya.

Tersangka sempat menjual perhiasan ke pedagang dengan harga Rp 500.000 dan langsung kabur.  Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mencurigai tersangka dan berhasil ditangkap di wilayah Kaliurang, Sleman.

"Kami mendapati identitas tersangka setelah petugas memeriksa penjual emas. Hal itu diperkuat, tersangka yang baru saja keluar dari Lapas Cebongan karena kasus curanmor ini menghilang usia kejadian. Akhirnya Satreskrim dibantu Polda DIY berhasil menangkap tersangka," ucapnya.

Sedangkan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) DIY Dr Sari Murti Widyastuti mengapresiasi penangkapan pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap bocah SD. "Harapan kami, pelaku dihukum mati karena perbuatannya tidak mempunyai peri kemanusian yaitu menghilangkan hak hidup seorang bocah secara keji," pintanya.(Sni)
 

BERITA REKOMENDASI