Boga Khas Nusantara Selera Tiada Akhir

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Usaha kuliner jika ditekuni betul tidak akan pernah ada matinya. Salah satu usaha yang sangat tahan terhadap berbagai guncangan ekonomi maupun berbagai krisis adalah bisnis kuliner. Hal itu dikatakan Ketua Umum AsPBI yang juga Direktur Waroeng Spesial Sambal ‘SS’, Yoyok Hery Wahyono Yoyok.

Yoyok mengatakan itu terkait terkait acara 'Pasar Raya Boga Jogjakarta (PRBJ) #3' yang akan digelar Kamis – Minggu (26-29/04/2018) mendatang. Kegiatan yang dipusatkan di area parkir Stadion Mandala Krida Yogya dan mulai pukul 10.00 sampai 21.00 WIB itu digelar Asosiasi Pengusaha Boga Indonesia (AsPBI) bekerja sama dengan Waroeng Spesial Sambal 'SS' dan InSEd Production sebagai pelaksana.

Yoyok mengatakan, PRBJ #3 ini mengedepankan tema 'Boga Khas Nusantara Selera Tiada Akhir' dengan tagline 'Terbesar, Terlengkap, Terbersih dan Terindah'. "Pada PRJB #3 kali ini materi stand lebih kaya khasanah boganya. Total ada 65 stand usaha boga dengan target pengunjung 50 ribu orang," jelas Yoyok di Waroeng Spesial Sambal 'SS' Jalan Palagan, Jumat (30/03/2018).

Diharapkan, PRBJ #3 ini nantinya bisa menjadi ikon yang memperlihatkan semua potensi kuliner di Yogya dalam satu kemasan event. "Yang jelas kita ingin PRBJ menjadi ikon event kuliner terbesar di Yogya, karena Yogya merupakan salah satu surga kuliner di Indonesia," katanya.

Menurut Yoyok, tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan PRBJ tahun lalu, pada PRBJ #3 kali ini menampilkan berbagai kategori stand usaha boga yaitu Boga Legenda, Boga Populer, Boga Nusantara, Boga Jiran, Jajanan Legenda, Jajanan Populer, Boga Zaman Now dan Bahan Baku Boga. Selain menampilkan stand aneka kuliner, Pasar Raya Boga Jogjakarta juga dimeriahkan panggung hiburan menampilkan berbagai macam sajian hiburan.

Bagi pelajar dapat  berpartisipasi  di Panggung Hiburan PRBJ #3 dengan mendaftarkan band sekolahnya ke panitia. PRBJ #3 juga akan diramaikan dengan berbagai lomba yang diselenggarakan panitia dan pembagian doorprize.

Dikatakan, semua peserta yang diundang dalam PRBJ #3 tidak dipungut biaya sama sekali, bahkan semua difasilitasi. “Tenda, listrik, sarana sanitasi semua kita sediakan lengkap. Pengunjung juga tidak dikenai tiket masuk," kata Yoyok.

Panitia Pelaksana Bambang Sulistiya menambahkan, dalam PRBJ #3 panitia memfasilitasi tenda ukuran 5 x 5 meter untuk stand legenda dan tenda ukuran 3 x 3 meter untuk stand populer serta tenda 10 x 10 meter sebanyak tiga unit untuk konsumen. "Dari 65 peserta yang ditargetkan, kini sudah tercatat 40 peserta," kata Bambang.

Mengenai target transaksi penjualan, Auf selaku Wakil Ketua AsPBI dan Andi Khalishah anggota AsPBI mengatakan, panitia menargetkan transaksi mencapai Rp 800 juta sejalan dengan target pengunjung sebesar 50 ribu orang. Dikatakan Auf, sampai saat ini tercatat ada 30 anggota AsPBI. "AsPBI terus berencana membuat sinergi dengan pengusaha kuliner untuk memajukan usaha para anggotanya," katanya.

Gebrakan AsPBI ini diharapkan bisa menjadikan AsPBI berperan memberdayakan pengusaha boga di Yogya dan Indonesia, juga pengusaha boga yang masih pemula tertarik bergabung menjadi binaan AsPBI. Diharapkan pula AsPBI nantinya akan diakui oleh mitra dan punya semacam daya tawar, sehingga bisa menjalin kerja sama saling menguntungkan dan stabil.

Menurut Yoyok, dibentuknya AsPBI untuk menyatukan pengusaha boga Yogya dan Indonesia dalam satu wadah, karena itu siapa saja bisa menjadi anggota AsPBI dengan syarat tertentu. "Tujuannya AsPBI cuma satu yaitu memajukan usaha para anggotanya," katanya pula. (Feb)

BERITA REKOMENDASI