Boleh “Misuhi Corona” di Sayembara Misuh Internasional, Tertarik Ikut?

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Komunitas Jawasastra menginisiasi sayembara misuh yang dimulai sejak tahun 2018 lalu. Kali ini di masa pandemi Covid-19, sayembara tersebut kembali hadir dengan tema MisuhiPandemi di mana siapa saja boleh ikut misuh pada objek virus Corona.

Yani Srikandi, Ketua Jawasastra menjelaskan selama ini masyarakat terkesan hanya dikenalkan dengan budaya Jawa yang adiluhung karena faktor kedekatan dengan istana kerajaan Kraton Mataram Islam. Namun, pada masyarakat di pinggiran atau disebut mancanagari ada budaya Jawa yang selama ini ada dan tak bisa dikesampingkan.

“Selama ini kami banyak memberikan informasi mengenai budaya Jawa dari banyak perspektif, dari yang sifatnya adiluhung dan lain sebagainya. Misuh hanya salah satu dari banyak topik yang sudah kami angkat selama tiga tahun ini. Jawasastra ingin memahami budaya Jawa secara utuh, memang misuh dinilai tabu di wilayah Mataram sebab berada di istana sentris, namun berbeda cerita dengan misuh di daerah pesisir dan arekan, dan daerah pinggiran lainnya (mancanagari). Kemudian apakah yang berhak disebut budaya Jawa hanya yang di wilayah istana sentris? Bagaimana dengan identitas budaya Jawa di daerah Jawa yang lain,” ungkapnya ketika berbincang dengan KRjogja.com, Sabtu (11/7/2020).

Hal ini yang kemudian melandasi diadakannya Sayembara Misuh Internasional yang dimulai 8 Juli sampai 7 Agustus 2020. Setiap orang berusia 18 tahun ke atas bisa ikut dengan mengirimkan video misuh 3 menit yang diunggah melalui sosial media dengan menyertakan akun @jawasastra dan tagar misuhipandemi.

BERITA REKOMENDASI