BPBD DIY Bagikan 1 Juta Masker di Pusat Keramaian

YOGYA, KROGJA.com – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY membagikan satu juta masker untuk masyarakat di DIY guna membantu mengendalikan penyebaran Covid-19.

abid Logistik BPBD DIY Suwardoyo setiap kabupaten dan kota akan mendapat jatah 130.000 masker. Di masing-masing kabupaten/kota masker akan dibagikan di 13 titik sehingga masing-masing titik akan mendapat 10.000 masker. “Titik-titik yang dibagi adalah pusat-pusat keramaian seperti pasar tradisional, pusat perbelanjaan, tempat wisata dan lainnya,” jelasnya di Pasar Gamping, Sleman, Senin (19/10).

Pembagian masker ini, menurut dia, untuk ikut mendorong dan membudayakan menggunakan masker oleh masyarakat dalam adaptasi kebiasan baru ini. “Ini untuk menggerakan kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker, Ada dua lokasi yang disasar saat pembagian masker Senin kemarin. Lokasi tersebut adalah Pasar Gamping dan Pasar Buah Gamping,” katanya.

Harianta, PLT UPT Pasar Sleman Wilayah 1 ketika ditemui di Pasar Gamping berterima kasih atas pembagian masker ini. Menurut dia, memang harus banyak stok masker karena masker-masker itu kadang tidak tahan lama. Apalagi bagi pedagang di pasar karena kadang cepat kotor sehingga tidak layak digunakan.

Pembagian ini, menurut Harianta, sudah dilakukan di beberapa titik, seperti Pasar Ngijon, Pasar Gamping dan lainnnya. Nanti semua pasar tradisional di Sleman akan mendapat jatah pembagian masker.
Rini, salah satu pedagang pasar di Pasar Gamping menyambut gembira pembagian masker ini. Menurut dia, masker ini bisa untuk ganti masker yang dia miliki.”Saya sangat terbantu dengan pemberian masker ini,” kata pedagang pakaian ini, Senin pagi.

Hal senada diungkapkan oleh Wahyuni ketika ditemui di Pasar Buah Gamping. Dia mengaku sudah memiliki beberapa masker. Tetapi dengan adanya pembagian ini dia jadi memiliki stok masker karena beberapa masker yang dia miliki sebelumnya sudah usang dan tidak layak pakai. “Saya sangat membuhkan masker untuk ganti karena beberapa yang saya miliki sudah mulai usang dan kotor karena terlalu sering dipakai dan dicuci,” kata dia. (*)

BERITA REKOMENDASI