BPBD DIY Imbau Warga Waspada Siklon Cempaka

YOGYA, KRJOGJA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY terus mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada. Apalagi dalam beberapa hari terakhir wilayah DIY dan sekitarnya terus diguyur hujan lebat. Apalagi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah mengeluarkan hasil prediksi jika hingga 7 Januari nanti wilayah DIY dan sekitarnya dimungkinkan terjadi hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang. Hal ini bisa berdampak terjadinya banjir, longsor, pohon tumbang dan yang lain.

“Karena itu saya mengimbau warga masyarakat untuk bersama-sama mengurangi risiko yang terjadi. Seperti memangkas pohon yang terlalu lebat dan tinggi yang potensi mengancam keamanan warga atau rumah. Selain itu membersihkan saluran air hujan
dan pastikan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air,” ujar Kepala BPBD DIY Biwara Yuswantara, Minggu (5/1).

BACA JUGA :

Tinggi, Intensitas Hujan di DIY

Evakuasi Pohon Tumbang, Relawan Digigit Ular

 

BPBD DIY juga berhadap kepada masyarakat untuk mengecek kembali bagian-bagian rumah, seperti atap seng maupun papan. Jika potensi kabur terkena angin agar bisa diperkuat. Perhatikan juga papan reklame di sekitar tempat tinggal. Jika membahayakan silakan lapor ke pihak berwenang agar bisa dikondisikan.

Lebih lanjut Biwara menuturkan, Siklon Cempaka juga dimungkinkan akan terjadi lagi pada tahun ini. Sebelumnya, hal serupa pernah terjadi pada 2017 dan 2018. “Diharapkan ini bisa dijadikan bahan referensi dalam meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor untuk terus waspada. Bila hujan deras terus-menerus maka masyarakat di kawasan rawan longsor, lebih baik mencari tempat yang aman dan peka terhadap tandatanda akan adanya longsor,” imbuhnya.

Sepanjang Desember 2019 kemarin, BPBD mencatat ada 764 pohon tumbang. Mengenai 475 rumah dan menyebabkan kerusakan ringan, mengenai jaringan listrik di 147 titik, menimpa tempat usaha di 31 titik, jaringan telepon ada 28 titik, kandang 28 titik, fasilitas pendidikan 14 titik dan fasilitas ibadah di 13 titik. (Awh)

BERITA REKOMENDASI