BPBD DIY: Kekeringan Meluas, Waspadai Kebakaran!

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Kemarau tidak hanya membuat sejumlah lahan pertanian mengalami kekeringan, juga dapat menimbulkan ancaman baru berupa kebakaran. Karena itu, perilaku warga harus dijaga agar tidak sembarangan menyalakan api.

Peringatan tersebut disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Drs Biwara Yuswantana MSi dalam bincang Editorial KR Seri ke-5, Rabu (2/9). Bincang-bincang ini ditayangkan di channel Youtube Kedaulatan Rakyat TV. Selain itu juga dapat disimak lebih jauh di www.krjogja.com.

“Kami juga berharap masyarakat cermat terhadap segala aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran semisal membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan dan lain-lain,” pungkas Biwara.
Dalam kesempatan itu, Biwara juga mengingatkan untuk hemat dalam penggunaan air. Meningat di saat ini ketersediaan air sudah kian terbatas.

“Kami menghimbau agar masyarakat hemat air dan jika benar-benar kurang bisa melaporkan kepada pemerintah setempat. Ada inventarisasi daerah yang kesulitan air untuk memenuhi protokol kesehatan cuci tangan sehingga berpotensi dalam penyebaran Covid-19, kami siap back up dengan hand sanitizer,” ujar Biwara.

Dijelaskan, saat ini sebanyak 42 kecamatan/kapanewon, 140 desa/kalurahan, 374 dusun dengan jumlah sekitar 65.142 Kepala Keluarga (KK) di empat kabupaten se-DIY dipetakan berpotensi rawan kekeringan. Permasalahan kekeringan tersebut mempunyai berbagai dampak baik bagi masyarakat, lahan pertanian/peternakan hingga potensi munculnya kebakaran. Untuk itu, Pemda DIY menyiapkan berbagai upaya guna mengantisipasinya agar tidak semakin meluas antara lain melalui droping air bersih, pembuatan sumur bor, memperluas jaringan PDAM, mengeksplorasi sumber air di goa-goa hingga menyadarkan perilaku masyarakat agar cermat terhadap segala aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

BERITA REKOMENDASI