BPD DIY Bakal Berperan Dalam Pembangunan Tol Yogya – Solo

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Bank BPD DIY bakal turut berperan aktif dalam proyek pembangunan Jalan Tol Solo – Jogja – Yogya International Airport (YIA) yang tak lama lagi bakal segera dikerjakan. Salah satu yang dilakukan yakni akan menjalin kerjasama dengan perusahaan pemenang tender yaitu PT Jogja Solo Marga Makmur dalam hal kredit maupun dana talangan.

Direktur Utama (Dirut) PT Bank BPD DIY, Santoso Rohmad mengatakan yang bakal disasar dalam kerjasama ini yakni pembayaran dana ganti untung talangan tanah melalui rekening PT Bank BPD DIY maupun kerjasama pembiayaan dengan sub kontraktor yang mengerjakan konstruksi. Selain itu kerjasama pembiayaan dana talangan tanah, kerjasama kredit investasi untuk pembangunan tol itu sendiri juga akan dilakukan

“Hal inilah yang kita peroleh manfaatnya, belum lagi nanti ekspansi yang lain. Dampaknya tentu dengan adanya proyek ini maka pertumhuhan ekonomi DIY akan semakin meningkat,” ungkap Santoso Rohmad di Kantor Cabang Utama BPD DIY, Rabu (18/11/2020).

Untuk besaran dana yang akan diberikan dalam bentuk kredit maupun talangan, Santoso Rohmad belum bisa mengungkapkanya. Namun ia menyatakan pihaknya siap menyediakan dana hingga lebih dari Rp 700 miliar seperti halnya kerjasama yang dilakukan dalam proyek pembangunan YIA.

“Untuk besarannya tentunya kami melihat potensi itu. Kalau di YIA saja bisa ekspansi Rp 700 miliar, tentunya ini bisa lebih besar lagi dan itu akan kita suport untuk biayanya,” jelas Santoso Rohmad.

Rencananya penandatanganan nota kesepahaman tersebut akan dilakukan pada akhir bulan ini. Sedangkan proyek jalan tol sepanjang 96 km dengan nilai investasi mencapai Rp 26,6 triliun tersebut bakal mulai digarap pada November ini dan ditargetkan bisa beroperasi paling lambat 2023.

PT Jogjasolo Marga Makmur merupakan pemenang tender pembangunan proyek jalan tol tersebut. Perusahaan ini merupakan konsorsium yang terdiri dari PT Gama Group, PT Daya Mulia Turangga, PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Dalam kesempatan ini Santoso Rohmad juga menyampaikan, Bank BPD DIY telah menyelesaikan penyaluran kredit dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Penempatan uang negara sebesar Rp 1 triliun untuk periode 14 Agustus 2020 sampai dengan 10 Februari 2021, hingga bulan November ini telah tersalurkan Rp 1,057 triliun kepada masyarakat.

“Artinya kami telah menjalankan amanat itu dengan baik dan seluruhnya telah diberikan kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Komitmen Bank BPD DIY terhadap penempatan uang negara tersebut sebesar Rp 2 triliun, dengan daya ungkit dua kali lipat. Tetap akan kami selesaikan juga sebelum 10 Februari 2021, jadi kami masih memiliki tanggungjawab untuk menyurkan Rp 943 miliar kepada masyarakat,” jelasnya

UMKM KUR menjadi segmen tertinggi dalam penyaliuran kredit ini disusul UMKM non KUR, korporasi dan konsumsi. Sedangkan realisasi kredit PEN berdasarkan sektor ekonomi didominasi pertanian, perburuhan dan kehutanan. (Van)

BERITA REKOMENDASI