BPDASHL SOP Bagikan 1.000 Bibit Gratis di Pameran Pembangunan 2019

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutang Lindung Serayu Opak Progo (BPDASHL SOP) membagikan bibit kurang lebih 1.000-an batang dalam ajang Pameran Pembangunan 2019 di Exhibition Hall Gedung Kotak Lt.1 Taman Pintar Yogyakarta sejak 15 hingga 19 Agustus 2019. Pembagian bibit gratis ini bertujuan untuk memberikan stimulus kepada masyarakat diwilayah BPDASHL SOP agar sadar akan kepentingan lingkungan.

Manajer Persemaian BPDASHL SOP Taufik Rahmadi mengatakan pihaknya mempunyai dua kegiatan yaitu pembagian bibit berkualitas dan pembagian bibit produktif setiap tahunnya.  Pembagian bibit berkualitas yang diproduksi melalui persemaian yang ditarget mampu menghasilkan kurang lebih satu juta bibit per tahun, sedangkan pembagian bibit  produktif lebih mengarah pada tanaman serba guna, khususnya tanaman buah-buahan.

"Kami membagikan bibit produktif berupa bibit jambu, alpukat serta sirsak  dan bibit berkualitas seperti bibit ketapang dan pule yang biasanya dimintai masyarakat perkotaan karena berfungsi sebagai perindang maupun tanaman hias dalam pameran ini," tutur Taufik kepada KR, Sabtu (17/8).

Taufik menjelasan BPDASHL SOP mampu memproduksi bibit rata-rata 1 juta setiap tahunnya yang harus habis dibagikan juga setiap tahunnya. Dalam pameran kali ini, pihaknya membagikan bibit secara terbatas kurang lebih 500-an batang menyesuaikan batas waktu. atau selama lima pameran berlangsung. Sedangkan pembagian bibit produktif kurang lebih 500-an batang, sehingga pihaknya bisa membagikan kurang lebih 200-an batang setiap harinya.

"Jika ada masyarakat yang menghendaki bibit dalam jumlah yang banyak untuk mengisi lahan desa atau perkampungan, kita sarankan untuk mengajukan permohonan bantuan bibit kepada kami dan akan difasilitasi dengan tanaman-tanaman hasil produksi kami. Kita punya tanaman-tanaman konservasi seperti gayam, beringin dan lain-lain.  Kita juga punya tanaman sosial ekonomi seperti jati, sengon, akasia dan sejenisnya sehingga masyarakat bisa mendapatkan bibit tanaman-tanaman tersebut dengan  gratis baik individu maupun kelompok," ungkapnya.

Dengan menstimulasi ini, pihaknya  mengharapkan masyarakat akan sadar dengan gerakan menanam yang dapat melahirkan pola kebutuhan menanam sangatlah penting. Disamping itu, dengan pembagian bibit gratis ini, ketika masyarakat melihat lingkungan rusak maka mereka bisa langsung menanam sendiri karena stimulus

"Kegiatan ini cuma stimulus gerakan masyarakat menanam. Sebab ketika masyarat sudah sadar maka mereka akan mempunyai insiatif sendiri maupun komunitas," tambah Taufik. (Ira)

 

 

BERITA REKOMENDASI