BPK Beri Catatan Proyek Eks Hotel Mutiara dan Sampah Piyungan, Dewan Ingatkan Pemda

YOGYA, KRJOGJA.com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyampaikan rekomendasi hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemda DIY tahun anggaran 2020 di hadapan Gubernur DIY dan DPRD DIY, Kamis (22/4/2021) siang. Salah satu yang mendapat catatan yakni proyek pengadaan lahan dan bangunan eks Hotel Mutiara di kawasan Malioboro dan pembuatan tanggul di TPST Piyungan.

Dalam penyampaian di Rapat Paripurna, Wakil Ketua BPK, Agus Joko Pramono mengatakan Pemda DIY sudah menindaklanjuti rekomendasi BPK pada semester 2 tahun 2020 lalu sebesar 81,87 persen. Total DIY menindaklanjuti 858 dari 1084 rekomendasi yang masih menyisakan 190 rekomendasi atau 18 persen yang harus menjadi prioritas.

“Kami menyampaikan bahwa BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-11 kalinya,” ungkap Agus dihadapan forum.

Namun begitu adanya rekomendasi masih menjadi catatan tersendiri bagi DIY, di antaranya proses penganggaran dan pengadaan lahan dan bangunan Hotel Mutiara I dan II tidak memadai. Tak hanya itu, BPK juga memberi catatan pada perencanaan dan pembangunan pengerjaan tanggul penahan sampah sebesar Rp 4.533.689.956,43 yang belum sepenuhnya memadai.

Menyikapi hal tersebut, Ketua DPRD DIY, Nuryadi, mengingatkan Pemda DIY untuk selalu berkoordinasi dengan legislatif dalam proyek yang dilakukan. Terlebih untuk penggunaan Dana Keistimewaan (Danais) yang memang selama ini tak perlu pengetahuan DPRD untuk implementasinya.

“Untuk proyek Hotel Mutiara, sampai saat ini kami tak pernah diajak bicara tentang perencanaan baik Mutiara 1 dan 2 itu. Kalau sampai Komisi yang membidangi saja tidak ada (diskusi), ini sebagai petaka bagi kita,” ungkap Nuryadi usai rapat.

Dewan menurut Nuryadi berharap, Pemda DIY melakukan perencanaan lebih matang dan selalu berkomunikasi dengan legislatif. “Ya paling tidak pada komisi yang membidangi lah, termasuk untuk sampah yang juga kepentingan semua pihak, pemda harusnya tak menunggu lama. Meski bukan bencana tapi itu darurat bagi kita Sampah tak diangkut sehari saja jadi problem,” tegas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI