BPPD DIY Pastikan Mekanisme Protokol Kesehatan Tepat dan Baik

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Geliat industri pariwisata di DIY  ditengah pandemi Covid-19 sudah nampak sejak akhir 2020. Sebab pariwisata di DIY telah siap dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat. Oleh karena itu, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY berharap adanya kesadaran bersama baik pemerintah maupun masyarakat dalam melaksanakan mekanisme protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan tepat dan baik agar industri pariwisata bisa bangkit kembali dengan tetap mengutamakan kesehatan.

Ketua BPPD DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara menyampaikan pariwisata di DIY sudah mulai naik akhir Desember 2020. Namun, setelah ada kebijakan wajib rapid antigen bagi yang berpergian luar kota, banyak wisatawan menunda perjalanan karena dianggap memberatkan. Pasalnya, jika pergi berempat, biaya yang harus dikeluarkan untuk Rapid Test Antigen kurang lebih bisa mencapai Rp 1 juta.

” Pariwisata di DIY terlihat mulai bergeliat setelah kebijakan penggunaan GeNose untuk pengguna kereta api jarak jauh. Harga GeNose yang terjangkau membuat masyarakat kembali mau bepergian. Dengan GeNose, empat orang menghabiskan hanya Rp 80 ribu,” ujarnya saat hadir dalam edukasi kesiapan protokol kesehatan menghadapi libur Imlek di Stasiun Yogyakarta , Kamis (11/02/2021).

GKR Bendara melihat langsung kondisi di lapangan terkait mekanisme protokol kesehatan bagi calon penumpang dan pendatang menggunakan metode GeNose. Pihaknya berharap dengan mekanisme protokol kesehatan yang tepat dan baik maka wisatawan bisa menikmati liburan dengan nyaman namun tetap disiplin menerapkan 5 M yaitu Menggunakan Masker, Mencuci Tangan dengan sabun, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan dan Mengurangi mobilitas.

“Selain itu, guna menekan laju penyebaran virus harus dari kesadaran bersama bukan hanya pemerintah tapi juga seluruh masyarakat terutama saat momentum libur panjang,” tegas putri bungsu Raja Kraton Yogyakarta tersebut.

Sementara itu, Kepala Stasiun Yogyakarta Ade Iskandar menambahkan ada beberapa cara alternatif selain Genose yang digunakan bagi penumpang seperti dengan rapid test di lokasi. Sebab, pihaknya tetap konsisten menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 baik di area Stasiun maupun perjalanan KA di atas KA.

“Persyaratan bagi penumpang perjalanan dengan kereta api di masa libur panjang keagamaan salah satunya adalah menunjukkan Surat Bebas Covid-19 baik RT-PCR/Rapid Antigen/ GeNose C19 yang diambil dalam kurun waktu 1×24 jam sebelum keberangkatan,” imbuhnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI