BPPTKG Bolehkan Pengungsi Merapi di Glagaharjo Kembali ke Rumah

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyampaikan kesimpulan hasil analisis aktivitas vulkanik erupsi Merapi, Sabtu (16/01/2021). BPPTKG menilai terjadi penurunan aktivitas Merapi secara garis besar meski guguran lava masih terus terjadi.

Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG, Agus Budi Santoso mengatakan sejak seminggu terakhir memang terjadi penurunan aktivitas Merapi ditandai dengan berkurangnya rerata pemendekan jarak tunjam hingga tinggal 2cm per hari (rerata 3 hari terakhir) hingga kegempaan tercatat seismik yang juga menurun dibandingkan dengan minggu pertama erupsi sejak 4 Januari.

“Data mingguan ini tercatat penurunan kegempaan internal dan deformasi. Jarak tunjam berkurang dari sebelumnya 15 cm perhari menjadi 6 cm perhari terhitung 8-14 Januari kalau per tiga harian hanya tinggal 2cm saja jadi nyaris berhenti. Aktivitas seismik terpantau anjlok, namun begitu guguran masih terus terjadi,” ungkap Agus Budi dalam konferensi pers virtual, Sabtu (16/01/2021).

Melihat perkembangan situasi tersebut, BPPTKG menurut Agus Budi melihat kemungkinan erupsi mengarah pada karakter efusif (probability 40 persen) dengan dominasi guguran lava dan awan panas. Namun dengan volume magma kecil di puncak barat daya (47.000 meter3) maka luncuran diprediksi tidak akan lebih dari 5 kilometer.

“Ancaman bahaya masih tetap seperti sebelumnya yakni awan panas hingga 5 kilometer ke Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan Putih. Kemudian juga lontaran material vulkanik apabila terjadi erupsi eksplosif mencapai 3 kilometer dari puncak,” sambung dia.

BPPTKG telah memberikan rekomendasi pada para pengungsi untuk bisa kembali ke rumah masing-masing namun dengan tetap memperhatikan jarak aman 5 kilometer dari puncak. Meski begitu, warga diminta tetap memperhatikan harmonisasi dengan Merapi, yang kini disebut tengah berekspresi menyeimbangkan diri.

“Secara rekomendasi bahaya pengungsi di Glagaharjo bisa kembali ke pemukiman masing-masing. Namun keputusan tetap berada pada Pemda setempat karena mungkin mempertimbangkan aspek sosio kultural atau psikologis pengungsi,” terang dia lagi.

Sementara sejak dinyatakan erupsi pada 4 Januari lalu, Merapi sudah meluncurkan tujuh kali awan panas ke arah barat daya. Luncuran terjauh terjadi Sabtu (16/1/2021) pagi tadi pukul 04.00 mengarah ke hulu Kali Boyong, Bedog, Bebeng dan Kali Kuning. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI