BPR DIY Jemput Bola Restrukturisasi Debitur Terdampak Covid-19

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Perbankan termasuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di DIY baik konvensional maupun syariah diberikan kebijakan agar bisa melakukan restrukturisasi debiturnya yang terdampak Covid-19. Restrukturisasi kepada debitur BPR tersebut tetap disesuaikan dengan kebijakan dan kemampuan masing-masing BPR yang ada di DIY tersebut serta jemput bola.

“Kami jalankan kebijakan restrukturisasi debitur BPR di DIY sehingga kami jalankan itu sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.11 Tahun 2020. Tentunya setiap BPR harus membuat kebijakan internal masing-masing agar bisa membuat aturan terkait dengan restrukturisasi debitur terdampak Covid-19 tersebut,” tutur Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perhimpunan BPR Indonesia (Perbarindo) DIY Ascar Setiyono, Rabu (29/04/2020).

Ascar mengakui sudah banyak debitur BPR di DIY yang sudah mengajukan restrukturisasi baik penundaan ataupun adanya kondisi yang mengharuskan mereka untuk tidak melakukan pembayaran dalam beberapa bulan tersebut, kelengkapan data debitur ada di OJK. Sesuai dengan kebijakan masing-masing BPR bisa berbeda-beda sesuai dengan kemampuan BPR tersebut untuk melakukan restrukturisasi debiturnya yang terdampak virus Korona.

” Restrukturisasi ini dapat dilakukan antara lain tidak dikenakan pembayaran bunga atau pokok selama bulan tertentu jadi tergantung masing-masing kebijakan BPR-nya. Teman-teman BPR di DIY pun memaklumi kondisi ini dan harapannya usaha dari debitur tersebut bisa pulih kembali selama masa tenggang. Hanya saja kita masih memantau kapan wabah Covid-19 akan selesai karena sektor usaha yang dibiayai BPR sangatlah bermacam-macam,” ungkapnya.

Direktur Utama BPR Chandra Muktiartha ini menjelaskan debitur BPR pun mempunyai masa pemulihan yang berbeda-beda semisal tiga bulan, enam bulan dan seterusnya, sehingga tergantung dari kondisi maupun usaha debitur tersebut. Pihaknya sekaligus mengharapkan kerjasama dengan para debitur mengingat kondisi saat ini yang utama adalah harus bisa menjaga kesehatan, maka beberapa kendala di restrukturisasi adalah debitur yang berada di luar kota dan dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah.

” Kami masih berusaha seoptimal mungkin melakukan pelayanan baik dalam hal tabungan, deposito maupun pengajuan restrukturisasi. Karena banyak BPR yang juga melakukan jemput bola untuk melakukan restruktrisasi debiturnya agar bisa mendapatkan fasilitas POJK No.11 tersebut,” pungkas Ascar. (Ira)

BERITA REKOMENDASI