BPS Terjunkan 443 Petugas Lakukan Sensus

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogya mulai menerjunkan 443 petugas untuk melakukan Sensus Penduduk (SP) 2020 dengan metode manual atau wawancara langsung. SP tersebut akan dilangsungkan selama satu bulan penuh atau hingga 30 September 2020.

Kepala BPS Kota Yogya Harjana, menjelaskan SP 2020 merupakan sensus yang pertama kalinya menggunakan metode kombinasi, yakni metode online dan manual. “Untuk SP online sudah dilakukan sejak Februari dan diselesaikan pada 29 Mei 2020. Kami bersyukur karena partisipasinya cukup tinggi,” jelasnya.

Dari total keluarga di Kota Yogya yang tercatat dalam database mencapai 137.933 KK, BPS sebelumnya menargetkan ada 25 persen atau 35.687 KK yang mengakses SP 2020 metode online. Realisasinya pun mampu mencapai sekitar 27 persen, serta menjadi yang tertinggi se-DIY. Keluarga yang belum melakukan SP 2020 online akan dijadikan sasaran untuk didatangi oleh petugas.

Harjana mengaku, dari 443 petugas yang diterjunkan dalam SP 2020 metode manual, mayoritas berasal dari elemen masyarakat setempat yakni 339 orang. Selebihnya merupakan pegawai BPS yang akan memberikan pendampingan.

“Saat bertugas mereka akan dibekali alat pelindung diri (APD). Kami juga sudah memfasilitasi rapid test bagi seluruh petugas guna menjamin keamanan selama masa pandemi,” urainya.

Sementara Sekda Kota Yogya Ir Aman Yuriadijaya, mengaku bagi Pemkot kegiatan sensus penduduk memiliki peran strategis dan penting. Terutama hasil sensus yang bisa dijadikan dasar pembuatan kebijakan yang semakin optimal bagi kepentingan pembangunan. Apalagi sensus kali ini berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) sehingga memiliki akurasi yang tinggi serta mampu menggambarkan kondisi masyarakat yang lebih jelas.

Aman mengaku, terjadinya pandemi Covid-19 mampu mengubah tatanan ekonomi masyarakat. Hal itu pula berdampak pada asumsi tingkat kemiskinan di Kota Yogya pada tahun 2021 mendatang. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI