Buah Kepel Perlancar Buang Air Kecil

Editor: Ivan Aditya

BUAH kepel bagi masyarakat luar DIY mungkin kurang populer, tetapi bagi orang-orang yang berdomisili di DIY nama buah kepel sudah tidak asing lagi karena dijadikan flora identitas. Konon pohon kepel identik dengan kebangsawanan, karena umumnya yang menanam pohon kepel adalah para bangsawan keraton atau orang-orang njeron beteng. Beragam khasiat buah kepel untuk kesehatan telah lama terbukti, terutama bagi lingkungan keraton. Banyak puteri keraton menggunakan sebagai deodoran, memberi rasa wangi bagi tubuh.

Lantas apa saja manfaat buah kepel untuk kesehatan tubuh. Dalam Serat Jampi Jawi tinggalan leluhur yang memuat hampir 261 resep tradisional, salah satunya disebut manfaat buah kepel untuk kesehatan. “Dhahara woh kepel kanthi ajeg, mengko kringetmu mesthi wangi tekan sa badan ira. Malah banyu seni uga bakal lancar lan ambune wangi, sahengga gawe kepenak ing awak”. Konsumsilah buah kepel secara rutin, akan menghilangkan bau badan juga keringat akan berbau wangi.

Demikian juga air seni selain beraroma wangi, akan lancar. Demikianlah salah kutipan resep tradisional Serat Jampi Jawi tinggalan leluhur yang kini masih relevan untuk dilestarikan. Para puteri keraton sering mengambil buah kepel yang sudah masak, membuat keringatnya wangi dan napasanya pun harum. Karena menjadi kegemaran puteri keraton itulah, maka pohon kepel menjadi langka, hanya didalam istana karena rakyat jelasta tidak berani menanam. Namun seiring perkembangan zaman, kini buah kepel mulai dibudidayakan oleh masyarakat umum. Disamping ingin melestarikan tananam langka, juga ternyata banyak mafaatnya untuk kesehatan.

Buah kepel mirip dengan sawo, besar kecilnya pun sama. Bedanya buah kepel tumbuh di sepanjang batang, kalau sawo pada cabang-cabangnya. Buah kepel mampu memperlancar buang air kecil, mencegah inflamasi ginjal. Karena air kencing keluar dengan lancar, maka akan meringankan beban ginjal dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan daun kepel, bisa dimanfaatkan untuk mengatasi asam urat, dengan mengonsumsi lalapan daun kepel akan menurunkan kadar kolesterol. Dengan demikian kandungan vitamin yang ada pada buah kepel, akan membuat tubuh menjadi lebih sehat.

Mengkonsumsi buah kepel akan mengendalikan produksi zat mercaptan, sebagai salah satu pemicu faktor bau badan. Selain itu juga terdapat antibakteri, yang kuat melawan amonia yang berasal dari keringat dan jamur. Dengan demikian, akan badan akan terasa segar tanpa keringat yang berlebihan.

Ekstrak buah kepel juga akan membawa dampak bau mulut, akan terasa harum dan wangi. Karena memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, membuktikan membantu kerja ginjal dan memelihara kesehatannya, disamping membantu kelancaran urin dan meluruhkan endapan ginjal.

Jika kalian mengalami asam urat, konsumsi buah kepel merupakan obat organik yang tepat untuk mencegahnya. Hal ini karena buah kepel mempunyai zat yang berfungsi mengoreksi kelebihan atau kekurangan kadar asam urat dalam tubuh. Paling tidak mampu menjaga kadar asam darah dalam kompsisi yang seimbang.

Mempercepat regenerasi sel untuk kebugaran tubuh membikin awet muda, hal ini karena kandungan vitamin E yang sangat ampuh dalam proses regenerasi sel dan pemurnian DNA. Sifat tersebut membantu dalam menjaga kebugaran tubuh dan membuat awet muda, dan segar.

Disamping meningkatkan kebugaran tubuh danawet muda, buah kepel juga mampu memperlancar saat datang bulan bagi wanita. Namun perlu diingat bagi wanita yang sedang hamil jangan memakan buah kepel karena bisa menggugurkan kandungan.

Mengkonsumsi buah kepel dapat merangsang perkembangan bakteri dalam tubuh, terutama usus untuk menjaga sistem pencernaan. Ternyata buah kepel juga dapat dijadikan sebagai alat kontresepsi, karena dapat menahan proses reproduksi manusia. Hal ini karena mempunyai antiimplantasi, yang dapat bekerja sebagai KB alami.

Itulah beberapa manfaat mengonsumsi buah kepel untuk kesehatan, dimana para leluhur tetap yakin tamba teka lara lunga, sehingga masih sangat relevan untuk dilestarikan. Sulistya PA, warga Gamplong 4 Sumberrahayu, Moyudan, Sleman dengan memanfaatkan pekarangan seluar kurang lebih 200 meter pesegi kini dengan giat budidaya tanaman buah langka termasuk kepel, sayuran dan tanaman obat untuk keluarga (toga). Ada sawo, gambas, cabai Jawa, sembukan, bunga kenanga, bratawali dan lain sebagainya. Semua bisa dimanfaatkan untuk obat tradisional, dan bagi yang membutuhkan silakan datang.

“Disamping hobi bertanam saya juga ingin melestarikan tanaman langka serta jamu tradisional, semoga hidup saya berguna untuk orang banyak, migunani tumraping liyan,” ujarnya di rumahnya. (Sutopo Sgh)

BERITA REKOMENDASI