Buana Kalpataru ITY Ciptakan Penyaring Air Khusus

YOGYA, KRJOGJA.com – Berawal dari kondisi air kampus yang buruk, mahasiswa Kelompok Studi Buana Kalpataru Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) berhasil ciptakan beragam terobosan alat untuk mengatasinya.

“Awal mula ciptain inovasi karena kita ngelihat daerah kampus airnya bau besi, lalu gimana caranya kita ngurangin kadar besi sehingga airnya menjadi layak,” tutur salah satu anggota  Tamara Dessy (20), kepada KRJOGJA.com beberapa waktu lalu.

Hingga kini, Buana Kalpataru ITY pun  telah berhasil membuat filtrasi, desilinasi, hingga treerator. Menurut Tamara, pada hakikatnya Kelompok Studi Buana Kalpataru ialah organisasi kampus. Namun, kebetulan saja namanya kelompok studi.

“Sebenarnya kami ini organisasi kampus, bukan kelompok studi. Cuman namanya aja kami yang kelompok studi,” tegasnya kepada KRJOGJA.com beberapa waktu lalu.

Tamara menceritakan, filtrasi ialah suatu inovasi teknologi yang dapat menjernihkan air. Biasanya, alat ini digunakan untuk menjernihkan air sumur atau air hujan. Tak sekadar pembuatan, filtrasi garapan mahasiswa ITY tersebut telah diaplikasikan masyarakat Temugiring Gunungkidul.

“Kebetulan kita sering ngisi acara pengenalan ke masyarakat terutama di Temugiring Gunungkidul. Di sana kan kurang air dan biasanya nampung air hujan. Kami perkenalkan filtrasi untuk mengolahnya dan akhirnya mereka pun menggunakan ini untuk penyaringan,” imbuhnya.

Cara penggunaan filtrasi sendiri cukup sederhana. Pengguna tidak perlu melakukan pergantian komponen di setiap minggu atau bulannya. Mereka hanya perlu mencuci media jika air hasil saringan sudah jenuh. Biasanya, hal ini akan terjadi di pemakaian bulan kedua dan ketiga.

“Filtrasi ini filter aktif jadi pakai media. Cukup dicuci ketika sudah jenuh saja, yaitu nanti kalau penyaringannya sudah enggak jernih. Biasanya ini 2-3 bulan tapi tergantung dari karakteristik airnya sendiri,” paparnya sembari menunjukkan cara kerja alat.

Mirip dengan filtrasi, desilinasi konsepnya juga hampir sampa namun fungsinya untuk merubah air asin menjadi air tawar. Sedangkan Treerator berguna seperti filtrasi namun penggunaannya lebih memanfaatkan gaya grafikasi.

Anggota lainnya, Hafiza Tunnika (21) mengatakan, alat hasil inovasi teknologi ini akan dibantukan kepada masyarakat. Apabila ada pihak yang ingin dibuatkan maka pihaknya pun akan dengan senang hati menerimanya. (KRA-01)

BERITA REKOMENDASI