Buat Matematika Mudah, Guru se-Indonesia Berlomba Buat Pembelajaran Menyenangkan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pusat Pengembangan dan Pemberadayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika, menggelar kompetisi Olimpiade Nasional Inovasi Pembelajaran (ONIP) Matematika 2021 bertema ‘Merdeka Belajar: Implementasi dan Inovasi Pembelajaran Matematika Turut Pulihkan Pendidikan’. Ratusan guru dari seluruh Indonesia berpartisipasi dan terpilih 25 finalis yang kemudian mengikuti workshop di Benteng Vredeburg Yogyakarta.

Beberapa kreasi guru dibuat dengan sangat menyenangkan untuk memudahkan siswa belajar. Salah satu di antaranya dari Yohana Dari Setyaningsih, Guru SDN Perumnas Condongcatur yang membuat metode pembelajaran untum satuan panjang, Tiket Sapa.

“Tabel ini memudahkan anak mengkonversi hitung satuan panjang. Ini saya ujicobakan ke kelas 2 SD dan ternyata mereka sudah bisa. Ide ini muncul ketika belajar satuan panjang dengan tangga metode mengalikan membuat anak takut. Tapi dengan ini langsung melihat, ada konsep dasarnya maka ia bisa menjawab dengan mudah,” ungkapnya pada wartawan usai pembukaan, Selasa (16/11/2021).

Beberapa guru lain juga membuat metode pembelajaran yang menarik seperti Yogawati Wulandari dari SMA IT Abu Bakar Boarding School Kulonprogo, membuat inovasi pembelajaran berbasis TIK yakni Geogebra. Selain itu, Agung Mahfudi, Guru SMAN 1 Pronojiwo, juga membuat metode menarik Pesan Rahasia Aplikasi Matriks Cryptography untuk kelas 11 SMA.

Sementara itu Plt Kepala P4TK Matematika, Hari Suryanto mengatakan penyelenggaraan ONIP Matematika merupakan salah satu inovasi program pengembangan dan pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Matematika yang dicetuskan untuk mendorong guru melakukan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Ajang ini merupakan kompetisi guru untuk menampilkan hasil karya inovasi pembelajaran yang dibuatnya.

“Melalui kompetisi ini diharapkan dapat mendorong guru untuk terus berinovasi untuk mendukung pembelajaran di kelas. Peserta merupakan guru SD/sederajat, guru matematika SMP/sederajat, guru matematika SMA/sederajat, serta guru matematika SMK/sederajat di Indonesia,” ungkapnya.

Sebanyak 25 karya yang dibawa ke Vredeburg ini akan mendapat penilaian serta para guru diberikan waktu untuk mendemonstrasikan produk dan presentasi di hadapan tim penilai. Lima peserta terbaik akan mendapat gelar juara dan bantuan pembinaan dari PPPPTK Matematika. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI