Buat Text to Speech, Perusahaan Teknologi Asal Yogya Ingin Bantu Kegiatan Belajar Anak

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Widya Wicara, salah satu perusahaan teknologi asal Yogyakarta menciptakan Text to Speech yang berfungsi untuk mengkonversi tulisan menjadi suara. Widya Wicara ingin berkontribusi di bidang pendidikan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar terutama pada anak.

Teknologi cerdas berbasis AI (artificial intelligence) Text to Speech Widya Wicara secara umum dapat digunakan untuk membaca email, pembaca berita, melengkapi smart speaker, pengisi suara video, narator audiobook, membaca konten website dan lain sebagainya. Di bidang pendidikan, peran text to speech adalah untuk memfasilitasi kegiatan belajar anak, terutama bagi anak yang memiliki kesulitan membaca atau menulis.

“Jadi, anak yang memiliki kesulitan membaca atau menulis tidak lagi dipaksa untuk membaca tulisan demi mendapatkan informasi, akan tetapi informasi dapat mereka dapatkan dengan alternatif lain yakni mendengarkan,” ungkap Linawati, CEO Widya Wicara melalui rilis tertulis, Selasa (14/6/2022).

Hal menarik dari text to speech menurut Linawati, yakni teknologi ini memungkinkan anak untuk membaca dan mendengarkan bacaan dalam waktu bersamaan. Hal ini bisa membiasakan anak membaca sambil mendengarkan bacaan sehingga lebih mudah menambah perbendaharaan kata, memperkuat kemampuan berbahasa, melatih anak untuk mengenal kata-kata, meningkatkan fokus dan pemahaman informasi dan juga meningkatkan daya ingat anak.

“Selain itu, text to speech juga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran atau konten berformat audio. Text to speech memiliki beberapa kelebihan, seperti kualitas audio yang baik, sintesis suara yang natural, akurasi yang cukup tinggi dan juga proses produksi yang singkat,” sambungnya.

Ketersediaan materi atau informasi berbentuk audio tidak hanya dapat membantu siswa berkebutuhan khusus, tetapi juga bermanfaat bagi siswa dengan tipe belajar auditori. Tipe belajar auditori lebih fokus pada audio dibandingkan dengan visual.

“Mereka lebih suka belajar dan lebih mudah menerima pelajaran (informasi) dengan cara mendengarkan. Maka, memilih menggunakan teknologi text to speech untuk media pembelajaran anak bertipe auditori sangatlah tepat,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI