Budaya Meneliti Guru dan Siswa Perlu Dikuatkan

YOGYA, KRJogja.com- Siswa dan guru agar menjadikan budaya meneliti dan menulis sebagai minat. Karena dalam budaya meneliti akan melahirkan sikap religius, independen serta kreatif. Sikap ini sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Karena itu, kemampuan literasi guru masih perlu ditingkatkan termasuk dalam membuat rancangan pembelajarannya.

Pendapat ini disampaikan Pengawas Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Bernadeta Bremaniwati SPd MPd dan Kepala SMPN 12 Yogyakarta, Abdurrahman SPd MPdSi dalam seminar riset dengan judul “Meningkatkan Pembudayaan dan Prestasi Riset di SMPN 12 Yogyakarta dengan Pendekatan IQRA dalam Rangka Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila”, Jumat (19/11/2021) di Aula SMPN 12 Yogyakarta. Tujuan seminar ini untuk meningkatkan motivasi sekolah agar selalu berprestasi dan melahirkan siswa-siswa yang bermutu.

Menurut Bernadeta Bremaniwati, pihaknya selaku pengawas, terus berusaha untuk mendorong guru untuk meningkatkan kemampuan literasi. Karena hal tersebut sangat penting. Selain itu dalam membuat rancanagan pembelajaran adalah hal yang harus dikuasi oleh guru saat ini.

Dalam seminar tersebut, Abdurrahman berbagi pengalaman dan kajian terkait upaya meningkatkan budaya meneliti. Upaya yang dilakukan bersama para guru, telah membawa SMPN 12 Yogyakarta, meraih juara nasional dan internasional di bidang riset. Tidak hanya siswa yang mendapat prestasi tetapi juga guru.

Disampaikan oleh Abdurrahman banyak pembaruan yang perlu dilakukan untuk menciptakan peluang prestasi bagi guru dan siswa. Dengan melihat celah dan potensi dibidang riset dan tulisan, maka SMP N 12 mulai serius untuk menekuni bidang tersebut sejak 2020. Cara yang digunakan oleh SMP N 12 Yogyakarta adalah dengan mendorong siswa dan guru untuk selalu menulis dan meneliti, hal ini tidak hanya diberlakukan untuk siswa namun guru juga diharapkan bisa memiliki prestasi. Dalam melakukan kegiatan tersebut sekolah akan membiayai peserta dengan penuh.

Dalam seminar tersebut, terdapat 13 kepala sekolah yang diundang untuk menghadiri acara tersebut. Hal itu diharapkan bisa menjadi penggerak dan motivasi pula bagi sekolah lain untuk meningkatkan minat riset terhadap guru dan siswa. (*)
Alda Fabrinela
Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam
UIN Kalijaga Yogyakarta.

BERITA REKOMENDASI