Budikdamber, Bekali Ketahanan  Warga dengan Budidaya Lele di Ember

YOGYA, KRJOGJA.com – Tim Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) punya cara tersendiri untuk membantu masyarakat dalam menghadapai pandemi Covid-19. Mereka memberikan bantuan berupa budidaya ikan dalam ember di kampung-kampung. Salah satu yang sudah melakukannya adalah di bantaran Kampung Jetisharjo, Kampung Jogoyudan dan Keparakan di Kota Yogyakarta.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk mengantisipasi kebutuhan bahan pangan masyarakat yang meningkat , di sisi lain aktivitas masyarakat dibatasi,” kata Anita, salah satu tim Budikdamber. Anggota yang lain yaitu Alfat, Rakyan, Saras, Halimah, Oki dan Rido. Dikatakan Anita, kegiatan ini dibantu donasi dari Wakaf Usman Indonesia.

Adapun media yang dipakai dalam budidaya ini yaitu ember 15 buah, gelas, kawat, arang, kangkung, dan lele 1500 ekor yang berukuran 7-9 cm dan 9-12 cm. Setiap kampung mendapatkan jatah lima ember untuk lima penerima hibah di setiap kampung dengan dipasangi setiap embernya 15 gelas untuk ditanami kangkung dengan menggunakan media arang yang berfungsi sebagai penetralisir zat kimia dan kotoran ikan lele yang ada didalam air kolam ember tersebut.

“Hasil dari budidaya ikan dalam ember ini dihibahkan kepada masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi untuk menjaga ketahangan pangan secara berkelanjutan khususnya pada pandemi COVID-19 yang dimana mobilitas masyarakat dalam bekerja atau memenuhi kebutuhan dibatasi,” ujar Anita kepada KRjogja.com, Kamis (21/5/2020).

Mayoritas dari mereka yang menerima hibah dari budidaya ikan ini berprofesi sebagai buruh lepas, juru parkir, dan pemilik UMKM yang ekonominya terdampak akibat pandemi COVID-19 ini. Tercatat 15 orang penerima hibah budidaya ini yang dimana terdapat lima orang di setiap kampung sebagai penerima hibah. Kemungkinan program budidaya ikan dalam ember ini juga akan dikembangkan kepada masyarakat selain kelima penerima hibah di setiap kampung jika program budidaya ini berhasil

Adapun dipilihnya ikan lele dan tanaman sayur kangkung karna kedua sumber pangan tersebut bisa panen dalam jangka waktu yang lebih singkat dibandingkan sumber pangan yang lain dan lebih tahan lama. Cara pembuatannya pun terlihat mudah dan simple sehingga masyakarat bisa membuatnya dalam jangka waktu yang singkat dan mudah dicontoh oleh masyarakat yang lainnya.

Program Budikdamber ini dijalankan secara berkelanjutan yang dimana kedepannya yaitu sekitar 10 hari mendatang dari Tim Budikdamber akan memantau langsung terkait proses jalannya budidaya ikan ini di setiap kampung bantaran Kali Code yang merupakan tempat dijalankannya program Budikdamber ini yaitu Kampung Jetisharjo, Jogoyudan, dan Keparakan.

Dalam kesempatan ini, Anita selaku orang yang menginisiasi berjalannya Budikdamber ini mengungkapkan tujuan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan pada pandemi COVID-19 ini khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan makanan pokok.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Wakaf Usman Indonesia dan teman-teman yang mendistribusikan. Warga kami sangat senang menerimanya. Karena covid 19 ini, warga di Kalicode selatan (Keparakan) yang mayoritas menjual kerajinan jadi layu orderan. Akhirnya warga kami ini jadi pengangguran. Saya berharap tetangga lain bisa belajar dan meniru gerakan mandiri pangan ini,” ungkap Harris selaku Ketua RW Keparakan, Kec Mergangsan Yogyakarta (Kalicode bagian Selatan) seusai penyerahan paket dan pelatihan Budakmber pada warganya. (*)

BERITA REKOMENDASI