Bule-Bule Ikut Rayahan Gunungan di Masjid Kauman

YOGYA, KRJOGJA.com – Halaman Masjid Gede Kauman yang tadinya tak terlalu ramai mendadak berubah setelah lima gunungan masuk di bawa para abdi dalem, Senin (26/6/2017) siang. Masyarakat yang didominasi wisatawan luar daerah bahkan luar negeri langsung antusias berebut gunungan begitu kaum Masjid Gede, Kamaludinningrat selesai melantunkan doa syukur atas limpahan berkah.

Tepat pukul 11.00 WIB Manggala Yudha melepas para prajurit dan abdi dalem untuk mengusung gunungan dari Pagelaran Kraton. Tiga rute dituju rombongan bregada yakni Kepatihan, Pakualaman dan Masjid Gede Kauman.

Tembakan salvo para prajurit menandai dimulainya kirab gunungan dalam puncak acara Grebeg Syawal ini. Di sepanjang rute, masyarakat menyemut meski cuaca cukup terik di Kota Yogyakarta sianh ini.

Kali ini, di Masjid Gede Kauman masyarakat tampak lebih tertib saat melakukan rayahan gunungan karena petugas kepolisian ingin memastikan kaum masjid mendoakan hingga paripurna. Meski setelah itu kaum lelaki yang tetap mendominasi rayahan di gunungan Lanang dengan teriakan-teriakan intimidatif namun tetap saja suasana meriah tak bisa ditutupi.

Salah satu turis asing, Margaretha dari Republik Ceko bahkan sempat mendapatkan beberapa bagian dari gunungan Lanang yang dirayah di Masjid Gede Kauman. "Ini pertama kali saya ikut acara ini (grebeg) karena baru pertama ke Yogyakarta, ini hari terakhir saya di sini dan menjadi pengalaman luar biasa untuk saya," ungkapnya.

Margaretha sendiri tak banyak paham awalnya mengapa ada gunungan dan diperebutkan oleh masyarakat yang datang. Namun, ia menilai tradisi menarik ini harus terus dipertahankan sebagai daya tarik Yogyakarta.

"Jujur saya tak tahu apa ini, tapi ketika masyarakat berkumpul dan bahagia maka harus dipertahankan. Ini sangat menarik menurut saya," ungkapnya lagi.

Tak lama, hanya sekitar 10 menit lima buah gunungan habis berpindah tangan kepada masyarakat dan wisatawan. Tradisi Grebeg Syawal pun usai bersamaan dengan kembalinya para abdi dalem membawa kerangka gunungan yang tinggal menyisakan bambu saja. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI