Buntut Kerumunan di Event Scooter, Penyelenggara Terancam Pidana

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY, Noviar Rahmad menyatakan kasus pelanggaran protokol kesehatan di event Indonesia Scooter Festival (ISF) akhir pekan lalu terus berjalan. Berkas perkara bersiap dilimpahkan pada Polda DIY karena adanya unsur pidana dalam pelanggaran yang terjadi.

Kepada wartawan, Selasa (08/12/2020), Noviar mengatakan pihaknya sudah memanggil penyelenggara dari ISF pada Senin (6/12/2020) lalu. Dari hasil penyelidikan diketajui adanya kejanggalan terkait perijinan acara yang ternyata diberikan pada pihak pemilik mall di Jalan Laksda Adisutjipto.

“Kemarin kami sudah panggil ada enam orang. Kami selidiki ijinnya, tapi ternyata banyak kejanggalan. Ijin itu diberikan pada marketing mall sementara penyelenggara dari ISF itu ada direkturnya, ijin bukan pada itu tapi pada mall, kan itu menyalahi,” ungkapnya.

Para penyelenggara menurut Noviar sudah diperiksa dan dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Pihaknya menemukan dugaan pelanggaran pidana pada event yang sempat membuat heboh karena mampu mendatangkan ribuan scooterist itu ke wilayah DIY.

“Pelanggaran sudah kami BAP, kami berikan pelajaran di sini pelanggaran protokol kesehatan bisa dipidana. Kami sedang kumpulkan alat bukti, foto-foto, ijin dan BAP kemarin. Lalu hari ini kami berikan ke Polda (DIY) dan nantinya akan lakukan gelar perkara. Pelanggarannya tentang UU Karantina Kesehatan nomor 6 tahun 2018,” imbuhnya.

Terkait siapa pihak yang akan jadi tersangka, Noviar menyebut hal tersebut merupakan kewenangan kepolisian, Polda DIY. Penyidik nantinya akan melakukan penelusuran dan melakukan gelar perkara.

“Di situ akan dilakukan gelar perkara, mana yang bisa jadi tersangka apakah ISF atau pihak pemilik mall. Penyidik nanti yang akan menelusuri. Hari ini kami serahkan ke Polda DIY, artinya mekanisme dari kami buat laporan ke Polda. Ini baru pertama kali sampai ke ranah pidana. Ancamannya, pidana satu tahun kurungan,” pungkas Noviar. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI