Buntut Kerumunan di Mcdonalds, PHRI DIY Tegur Manajemen

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRjogja.com – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY telah memberikan teguran kepada pihak manajemen atau pengelola restoran cepat saji McDonald’s terkait kasus kerumunan driver ojek online akibat promo menu di sejumlah gerainya yang ada di DIY. Sebagai bagian dari anggota PHRI, pengelola resto cepat saji tersebut akan mendapatkan teguran pembinaan dan penertiban agar mereka menjalan protokol kesehatan (prokes) sejalan dengan pengembangan ekonomi di DIY.

” Peristiwa kerumunan yang terjadi hampir di seluruh gerai McDonald’s termasuk di DIY ini adalah keprihatinan kita semua. Namun demikian, kejadian seperti perlu di antisipasi untuk kemudian hari agar tidak terulang kembali karena memang semuanya terimbas dengan adanya pandemi Covid-19,” ujar Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono saat ditemui di Hotel D’Senopati Malioboro, Kamis (10/6).

Deddy menyatakan pemulihan ekonomi dan kesehatan itu harus bisa berjalan seiring dan sejalan di tengah kondisi pandemi yang belum diketahui akan berakhir.

Program dari McDonald’s ini adalah program dari pusat sehingga perwakilan manajemen yang ada di sini menyampaikan kepada PHRI DIY bahwasanya mereka hanya melaksanakan program dari manajemen yang ada di Jakarta.

” Saya sampaikan kepada manajemen McDonald’s yang ada di DIY, kita mempunyai Satuan Tugas covid-19 PHRI DIY. Seharusnya dengan program itu mereka harus lapor kepada kita karena mereka adalah anggota dari BPD PHRI DIY lalu mereka meminta maaf kepada kita dan kemarin langsung ditutup aplikasinya. Selain itu, kita berharap semua kegiatan ada izin dari pemangku kepentingan setempat, ini adalah mutlak,” tandasnya.

General Manager Hotel Ruba Grha Yogyakarta ini mengingatkan supaya tidak terjadi klaster baru di hotel maupun restoran anggota PHRI DIY. Kasus kerumunan tersebut menjadi pelajaran bagi anggota PHRI DIY baik itu restoran McDonald’s maupun restoran lainnya, bahkan bagi perhotelan. Sebab, sekali lagi industri perhotelan dan restoran hidup berdasarkan mobilitas dari manusia atau masyarakat sehingga prokes yang paling penting harus dijalankan.

” Manajemen McDonald’s yang ada di DIY memang tidak izin kepada PHRI dengan alasan program tersebut mendadak dari Pusat lalu mereka minta maaf dan ini menjadi pelajaran bagi semuanya. Kita tidak bisa menyalahkan satu sama yang lain karena perut kita sudah mulai keroncongan, baik itu yang ojol maupun restorannya,” imbuh Deddy.

BERITA REKOMENDASI