Butet: Wujud Nyata Keistimewaan

YOGYA (KRjogja.com) – Budayawan sekaligus anggota Tim 11, Butet Kertarajasa mengatakan, peluncuran logo rebranding Jogja Istimewa yang dikemas dalam bentuk pisowanan agung, hanya terjadi di Yogyakarta. Kondisi tersebut, selain wujud nyata dari keistimewaan, juga membuktikan bahwa Yogya memiliki kekuatan kebudayaan.

Dengan demikian, memungkinkan adanya pisowanan agung yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari birokrat, seniman sampai mahasiswa dan pelajar. "Semua ini terjadi karena akar kebudayaan Yogyakarta terbukti masih kuat. Mungkin di kota lain pengerahan massa mengunakan ongkos. Dengan begitu logo ini bisa dihayati sebagai milik bersama," ungkap Butet.

Sementara itu Ketua Tim 11, Herry Zudianto mengungkapkan, Jogja Istimewa tidak sekadar slogan tapi harus benar-benar diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Keistimewaan Yogya harus bisa dijalankan bersama dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, sehingga semangat Jogja Istimewa (gumregah) benar-benar bisa dijalankan. "Mudah-mudahan pisowanan agung ini menjadi peristiwa budaya, sehingga seluruh elemen masyarakat bisa mengisinya dengan sembilan aspek keistimewaan," tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Drs K Baskara Aji menjelaskan, pihaknya tidak membuat surat edaran khusus berkaitan dengan launching rebranding 'Jogja Istimewa'. Namun antusiasme sekolah di DIY cukup tinggi. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya sekolah dan siswa yang terlibat langsung dalam acara kirab. Mereka menampilkan sejumlah potensi sekolah, mulai dari kesenian, pleton inti serta aneka pertunjukan yang lain.

"Penampilan sekolah itu atas inisiatif mereka sendiri. Dinas hanya memberi informasi. Meski begitu, saya sangat senang, karena mereka bisa proaktif dalam pisowanan agung," kata Baskara Aji. (M-3)

BERITA REKOMENDASI