Cabai DIY ‘Terbang’ ke Luar Daerah, Ini Sebabnya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY perlu turun tangan dengan mencoba melakukan intervensi mengamankan dan menjaga pasokan bahan pangan lokal supaya bisa menjaga stabilitas harga. Disamping itu, Pemda perlu membantu petani dengan berbagai kemudahan program-program seperti bibit, alat pertanian dan sebagainya supaya mempunyai akses yang lebih luas.

Kepala Biro Administrasi, Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengaku, produksi cabai di DIY lumayan tetapi sayangnya setelah menghasilkan justru bukan dijual ke lokal tapi justru banyak yang dibawa atau diperdagangkan ke luar DIY. Hal ini dilakukan petani sejak mekanisme lelang komoditi cabai yang langsung menghubungi buyer. Setidaknya di atas 70 persen hasil produksi cabai DIY dikirim ke luar daerah karena harganya jauh lebih tinggi.

BACA JUGA :

Ternyata Tak Semua Wilayah Harga Cabai Mahal

Harga Cabai Belum Stabil

"Petani justru tidak memprioritaskan kebutuhan pasar lokal tetapi dijual ke luar daerah. Pemda DIY harus turun tangan dalam hal ini, terutama untuk ketahanan pangan lokal. Kita masih mengidentifikasi bersama teman-teman kabupaten/kota di DIY berkaitan dengan hasil produksi terutama pertanian pangan," kata Made di Kompleks Kepatihan, Rabu (14/8).

Made mengaku berupaya mempertahankan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan dalam daerah terlebih ddengan adanya kebijakan khusus. Kebijakan yang dimaksud agar bahan pangan lokal tidak keluar dulu tetapi cukupi kebutuhan lokal dulu, kalau sudah mencukupi kebutuhan lokal baru keluar. Tetapi otomatis harus ada program-program lain juga yang harus dilibatkan.

Mengingat petani inginnya harga cabai dibeli dengan harga tinggi sedangkan lokal tidak bisa seperti itu. Sehingga Pemda perlu membantu dengan kemudahan program-program bibit, alat pertanian dan sebagainya bagi petani agar mempunyai akses yang luas. (Ira)

 

BERITA REKOMENDASI