Cara Pariwisata DIY Bersiap Hadapi ‘New Normal’

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pandemi Covid-19 melanda seluruh bagian industri pariwisata termasuk di DIY. Selama tiga bulan ini, pariwisata DIY mati lantaran seluruh destinasi ditutup sebagai upaya pencegahan penularan virus.

Di bulan Mei ini, stakeholder pariwisata mulai memikirkan langkah kedepan untuk mempersiapkan diri setelah pandemi berakhir. Situasi New Normal yakni kebiasaan-kebiasaan dan konsekuensi baru hidup beradaptasi dengan Covid-19 harus dilakukan karena prediksi virus yang tak akan begitu saja hilang dari bumi.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengungkap saat ini pihaknya tengah mempersiapkan destinasi dan masyarakat pegiat pariwisata untuk menghadapi new normal. Teranyar, pemda menginisiasi pembuatan sarana cuci tangan lebih dari 250 titik di 50 destinasi pariwisata DIY.

“Kami berupaya mempersiapkan diri menghadapi new normal. Tempat cuci tangan misalnya sudah dipasang di destinasi-destinasi. Menariknya, dari dinas memberika lima unit tapi di lokasinya bisa jauh lebih banyak karena kesadaran pengelola wisata setempat. Semua ingin mempersiapkan diri,” ungkap Singgih pada wartawan, Selasa (19/5/2020).

Selain destinasi, pemda juga tengah melakukan peningkatan kapasitas SDM pariwisata melalui pelatihan daring bekerjasama dengan Bank Indonesia. “Harapannya destinasi siap, SDM lebih siap lagi menghadapi new normal setelah pandemi,” imbuhnya.

Namun begitu, Pemda tampaknya tak ingin tergesa-gesa membuka destinasi wisata di DIY. Meski, instansi di bawah BUMB yakni PT Taman Wsata Candi (TWC) bersiap buka kembali pada 7 Juni mendatang.

“Kita tidak ingin buru-buru, karena nanti justru malah memperparah penularan virus. Saat ini DIY memang jadi prioritas pemerintah selain Bali dan Kepulauan Riau, tapi nanti akan paralel. Apakah itu Oktober sesuai informasi awal dari pusat atau bisa maju-mundur,” ungkapnya lagi. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI