Catat! 4 Lokasi Kuliner Legendaris di Jogja

Editor: Agus Sigit

 

YOGYA (KRjogja.com) – Selain dikenal sebagai wisata budaya, Kota Yogya juga menyimpan sajian kuliner yang tidak bisa dilewatkan wisatawan. Selain kuliner mainstrem, di kota ini juga banyak menyimpan jajanan sehat dan legendaris.
Setidaknya ada empat dari ratusan tujuan wisata di Yogya bisa disinggahi untuk berburu kuliner legendaris dan sehat, yakni Pasar Kotagede, Pasar Pathuk, Sekar Kedhaton, dan Bale Raos. Empat tujuan wisata ini akan menambah kenangan dan nostalgia masa lalu. Bahkan wisatawan dapat mencicipi sajian yang menjadi favorit Sri Sultan HB VIII untuk menjamu tamu-tamunya dari Eropa.

1. Pasar Kotagede
Di Pasar Kotagede yang dibangun oleh Panembahan Senopati pada abad ke-16 ini dapat ditemui satu kuliner legendaris dan unik. Adalah Kue Kipo, makanan khas sejak puluhan tahun yang lalu. Kue dengan perpaduan rasa manis dan gurih ini mungkin sulit ditemui di tempat lain. Bahkan di Pasar Kotagede pengunjung harus datang lebih pagi, karena semakin siang, kue ini akan habis diburu penggemarnya.
Nama Kipo berasal dari penyebutan Iki Opo yang kemudian disingkat menjadi ‘Kipo’. Sekilas kue sebesar jari itu telihat seperti biji petai. Terbuat dari tepung beras ketan sebagai kulit luarnya dan parutan kelapa muda yang dicampur dengan gula jawa untuk isiannya.
Selain legendaris, Kue Kipo adalah makanan sehat yang dibuat dari tepung beras ketan berkualitas dan bahan-bahan alami lainnya. Termasuk warna hijau kue ini yang menggunakan pewarna dari daun katu atau daun saju.
Untuk menikmati kue unik ini, para pelancong dapat menuju ke Kios Bu Djito di Pasar Kotagede Jalan Mondorakan. Dari pusat kota, lokasi ini dapat ditempuh dengan 15 menit berkendara.

2. Pasar Pathuk
Selain Gudeg, di Yogya ada Jenang Gempol yang bercitarasa manis dengan santan. Jenang Gempol adalah salah satu kuliner yang bisa ditemui di Pasar Pathuk Jalan Bhayangkara Ngupasan Gondomanan. Sejumlah pedagang di pasar yang kental dengan akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa ini sudah bertahun-tahun menjajakan Jenang Gempol. Gempol adalah kudapan berbentuk bulat terbuat dari tepung beras dengan rasa cenderung gurih.
Jenang Gempol disajikan dengan santan dan kuah gula jawa. Sehingga mencicipi satu jenis jenang saja, rasa manis dan gurih akan berpadu dalam tekstur jenang yang lembut.
Tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, karena satu porsi Jenang Gempol di Pasar Pathuk hanya dijual Rp 5.000 saja. Meski begitu, kualitas rasa dan bahan baku Jenang Gempol tidak perlu diragukan.
Kudapan sehat yang satu ini dibuat dengan tangan-tangan berpengalaman para pedagangnya. Mulai dari pemilihan bahan baku hingga citarasa sudah dilakukan turun temurun. Selain Jenang Gempol, di pasar yang dibangun tahun 1977 ini juga dapat ditemui kuliner legendaris lainnya, seperti Kue Rangi, Nasi Langgi, dan Bakpia.
Dari Malioboro, untuk menuju Pasar Pathuk dapat ditempuh dengan 10 menit berjalan kaki, atau menggunakan becak dan andong wisata yang waktu tempuhnya relatif lebih singkat.

3. Sekar Kedhaton
Gudeg adalah kuliner khas Yogya yang selalu menjadi buruan wisatawan. Restoran Sekar Kedhaton mampu menyajikan Gudeg dengan citarasa dan varian yang unik. Di restoran yang berada di Jalan Tegal Gendu 28 Prenggan Kotagede ini pengunjung bisa mencicipi Lumpia Gudeg. Gudeg yang notabene terbuat dari nangka muda dijadikan isi lumpia dan disantap bersama dengan bumbu kacang atau saus tomat.
Selain Gudeg, lumpia juga berisi potongan daging ayam dan telur. Tampilan yang unik dan rasanya yang legit menjadikan Lumpia Gudeng sebagai menu pembuka yang digemari wisatawan.
Restoran yang pernah menjadi Markas Tentara Republik Indonesia ini punya pelayanan unik, rijtafel service. Yakni layanan versi Belanda dengan makanan asli Indonesia yang terdiri dari aneka macam lauk pauk dan sayuran. Selain itu, terdapat berbagai varian menu sehat yang dikemas dengan perpaduan ala Jawa, Asia dan Barat.
Menuju ke Restoran Sekar Kedhaton yang buka pukul 11.00-22.00 WIB ini, hanya butuh waktu 10 menit dengan kendaraan bermotor dari pusat kota.

4. Bale Raos
Restoran bernuansa Jawa yang terletak di Jl Magangan Kulon No 1 Kraton ini menghidangkan makanan-makanan tradisional Jawa kesukaan Sri Sultan Hamengku Buwono ke-7 hingga ke-10. Semua menu didapat langsung dari juru masak Keraton Yogyakarta. Salah satunya adalah Beer Djawa, minuman yang dibuat untuk menghormati tamu Sultan yang berasal dari Eropa dan Belanda.
Ketika menjamu tamu dari Eropa, Sri Sultan HB VIII menyajikan Beer Djawa sebagai pengganti anggur yang biasa diminum oleh tamu di negara asalnya. Sebagai raja Kerajaan Mataram Islam, Sultan tidak meminum anggur beralkohol. Resep Beer Djawa terdiri dari rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, kapulaga, jahe, kayu secang, daun sereh, dan perasan jeruk nipis.
Bale Raos menyajikan banyak menu sehat lain seperti Selada Huzar, yakni hidangan pembuka citarasa Eropa favorit dari Sri Sultan HB VIII. Ada juga menu Selada Djawa, Salad Ayam Kampung, Salad Mentimun dan Pecel Buah.
Bale Raos hanya berjarak 5 menit jalan kaki dari Keraton Yogyakarta. Meski sebagian besar menu yang disajikan merupakan kesukaan Raja Mataram, namun restoran ini dibuka untuk umum dan dapat dinikmati oleh wisatawan.

Berkunjung ke Kota Budaya memang menjadi pilihan tepat untuk berlibur. Meski begitu, selama masa pandemi ini, Pemerintah Kota Yogkarta menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Protokol kesehatan ini telah dipatuhi oleh pelaku wisata dan juga harus dijalankan oleh wisatawan yang berkunjung. (adv)

BERITA REKOMENDASI