Catat! Pameran ‘Representasi #4’ Dibuka Besok Malam di Pendhapa Art Space

Editor: Agus Sigit

PAMERAN seni rupa bertajuk ‘Representasi #4’ akan dibuka Rabu (10/11) malam mulai pukul 18.30, di Pendhapa Art Space Jalan Lingkar Selatan Tegal Krapyak Sewon Bantul. Pameran bakal memajang 60 karya lukisan dan patung hasil kreasi 50 perupa.

Pameran untuk peringatan Hari Pahlawan ini, bakal dibuka oleh Dirjen Potensi Pertahanan (Pothan) Kementerian Pertahanan Mayjend TNI Dadang Hendrayudha, disiarkan secara live streaming YouTube Pendhapa Art Space, dimeriahkan hiburan musik Kalaska band,  dan Mural Pangestu. Pameran ini akan berlangsung sebulan hingga 10 Desember 2021.

Pemilik Pendhapa Art Space Dunadi mengatakan, pameran berskala nasional ‘Representasi #4’ ini, bertujuan mengupas tentang seni lukis sejarah kepahlawanan nasional. Meski wacana ini kompleks, tetaplah perlu dikupas. Artinya, perupa maupun publik, seyogyanya mengetahui seluk beluk pelukisan sejarah secara indah dan intensif. Sejumlah khazanah lukisan tersebut akan bermakna tidak hanya sebagai pengingat, tetapi juga kritik yang bersifat kontekstual. Lukisan sejarah akhirnya bukan hanya sekadar glorifikasi masa lalu, namun juga mampu mendekonstruksi pemikiran masa lalu dan masa kini menjadi satu.

Pameran yang dikuratori oleh Dr Mikke Susanto MA ingin untuk menggemakan kembali lukisan dan patung gaya realistik yang kini makin minim baik secara  kuantitas maupun kualitas. “Hal ini menjadi pemicu Pendhapa Art Space untuk terus bergiat memperpanjang nafas gaya realistik,” jelas Dunadi.

Dunadi mengunkapkan, pameran memajang  60 karya lukis dan patung, dibagi menjadi 3 sub-kuratorial. Pertama, Bhinneka. Kedua, 10 Nopember dan ketiga, Sang Pengantar. “Setiap sub-kuratorial berisi sejumlah karya dan berisi materi-materi yang khas. Dari 50-an perupa, dan pengunjung akan mendapatkan gambaran indahnya keberagaman dalam aspek kebangsaan,” imbuh Dunadi.

Dia menambahkan, perupa selain Yogya, dari diikuti beberapa peserta asal luar kota. Mereka adalah Abdul Munir, Ambar Pranasmara, Amir Hamzah, Andi Acho Mallaena, Andik Gus Black, Andy Wahono, Buyung Ferry Novianto, Cadio Tarompo, Catur Hengki Koesworo, Choirudin, Choerodin Roadyn, Dadah Subagja, Dadang Rukmana, Deborah PG Ram Mozes, Deddy PAW, Dedy Maryadi, Dunadi, Eddy Sulistyo, Edy Marga, F. Sigit Santoso, Faizal Rachman, Galuh Tajimalela, Halim Wijaya, Harun AK, Hendra Sardi, Herri Soedjarwanto, Khoirul Suyanto, M. Aidi Yupri, Mahendra Pampam, Manik Mustiko, Maspoor Ponorogo, Melodia, Mizanul Hak, Mohamad Febriandy, Muhammad Abdan, Mujirun, Mulyo Gunarso, Nabila Dewi Gayatri, Pino Yudhi Winara, Rohadi Cumik, Sabar Jambul, Setyo Budiono, Setyo Nurdiono, Setyo Priyo Nugroho, Slamet Arifin ‘Masari’, Slamet Henkus, Suroso Isur, Vincensius Dwimawan, Vinsensius Dedy Reru, Warso Susilo, Widya Hadi, Win Dwi Laksono, dan Wuri Hantoro. (*)

 

BERITA REKOMENDASI