Cegah Kucing-Kucingan, Wisatawan Luar DIY Diperbolehkan Masuk

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X telah memberikan lampu hijau dibukanya destinasi pariwisata DIY bagi wisatawan dari luar kota, namun dengan syarat penerapan protokol kesehatan yang ketat dan pengunjung wajib telah divaksin Covid-19. Selain itu, destinasi wisata yang beroperasional harus sesuai dengan daftar tempat wisata yang telah tercantum dan direkomendasikan dalam Surat Edaran (SE) terbaru Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

“Dari pada wisatawan kucing-kucingan datang ke DIY, jadi Pak Gubernur memberikan izin orang luar kota untuk masuk ke DIY, tetapi dengan pengawasan dan aturan-aturan protokol kesehatan dan wajib menggunakan Peduli Lindungi lebih ketat. Hal itu lebih baik sebab statusnya destinasi wisata di DIY masih banyak yang belum buka, tapi orang-orang pada sembunyi-sembunyi datang ke sini. Sebab memang banyak destinasi wisata yang meskipun statusnya tutup tetapi bisa buka,” tutur Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji di Yogyakarta, Senin (04/10/2021).

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih menyampaikan kesiapan dibukanya kembali destinasi wisata maupun reaktivasi pariwisata di DIY yang paling penting harus mengantongi sertifikasi CHSE Kemenparekraf. Sertifikasi CHSE adalah proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata, destinasi pariwisata, dan produk pariwisata lainnya untuk memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan.

“Bisa katakan sertifikat CHSE ini merupakan protokol kesehatan yang wajib dimiliki usaha pariwisata, destinasi pariwisata dan produk pariwisata di DIY. Setidaknya sudah ada 300 tempat usaha pariwisata di DIY baik hotel, restoran, lokasi wisata, tempat penjualan oleh-oleh yang telah mengantongi sertifikasi CHSE. Bagi yang telah mendapatkan CHSE ini sudah sangat siap untuk beroperasional kembali, sertifikat itu sebagai tanda buktinya,” jelasnya.

Singgih menyatakan bagi destinasi wisata yang lain seperti objek wisata yang berbasis alam, berbasis masyarakat, desa wisata dan sebagainya yang belum mendapatkan sertifikasi CHSE dipastikan sedang dan sudah dilakukan verifikasi. Hal tersebut guna memastikan kesiapan pengelola usaha pariwisata di DIY mulai dari peralatan, Sumber Daya Manusia (SDM) dan segala sesuatunya untuk mendukung protokol kesehatan CHSE.

“Jadi untuk membuka seluruh destinasi wisata di DIY, kami tinggal menunggu aba-aba dari pemerintah pusat. Sebab sudah banyak destinasi yang mendapatkan sertifikasi CHSE tersebut dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan maupun pendataan wisatawan bagi kebutuhan tracing dan tracking. Tidak lupa wajib terhubung dengan aplikasi Peduli Lindungi dan Visiting Jogja,” tandasnya.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bobby Ardyanto Setyo Ajie mendukung destinasi di DIY yang siap diizinkan beroperasional. Destinasi lebih baik dibuka diikuti monitoring dan evaluasi sesuai dengan prosedur yang harus dilakukan artinya syarat wisatawan bisa masuk dipenuhi seperti mematuhi protokol kesehatan 5 M dan memiliki aplikasi Peduli Lindung, itulah yang menjadi point utama.

“Saya setuju agar pemerintah konsisten dari sisi aturan dengan monitoring dan evaluasinya dibanding melarang karena pergerakan wisatawan itu tetap ada. Terkadang kebijakan yang dibuat abu-abu seperti syarat vaksinasi, menggunakan aplikasi Peduli Lindungi dan surat kesehatan bagi pelaku perjalanan, saya pikir sudah cukup menjadi garansi agar wisatawan bisa masuk ke destinasi,” imbuhnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI