Cerita Cholid Dalyanto, Eks PSIM dan Wasit Nasional Pernah Dipukul-Diinjak di Kudus

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Cholid Dalyanto, pemain PSIM periode 2001-2004 punya pengalaman hidup menarik untuk diceritakan. Bukan melulu semasa menjadi pemain Laskar Mataram saja, namun Cholid memiliki karier cukup panjang justru sebagai wasit sepakbola nasional.

Sebagai pesepakbola, Cholid memulai karier amatir di PS Hizbul Wathan (HW) Yogyakarta. Ia lantas masuk sebagai pemain PSIM mulai remaja di tahun 1997 lalu berlanjut ke senior pada 2001 dan berakhir 2004.

“Bangga sekali saya asli Kota, warga Kotagede bisa pakai jersey PSIM. Luar biasa sekali, padahal dulu gaji sebulan itu cuma Rp 150 ribu,” kenang Cholid ketika berbincang, Sabtu (13/3/2021).

Tiga tahun lebih di PSIM, Cholid yang kala itu sedang tahap akhir menyelesaikan studi di FIK UNY, akhirnya memilih lanjutan karier sebagai wasit. Drs Soedjono, dosen pembimbing skripsi Cholid menyarankan untuk terjun ke dunia perwasitan.

“Itu awalnya, saya jadi wasit akhirnya, mulai ambil lisensi C3, C2 lalu C1. Akhirnya mulai memimpin pertandingan tingkat nasional, liga nusantara sampai Liga 2 juga,” lanjut pria yang juga guru olahraga SMP N 2 Banguntapan ini.

Kenangan Cholid justru terlempar ke tahun 2016 saat ia merasakan pengalaman kurang mengenakkan saat memimpin pertandingan di Stadion Wergu Wetan, Kudus. Saat itu, 26 November malam, pertandingan Persiku Kudus melawan PS Benteng di laga akhir Liga Nusantara ISC.

“Menit 45 babak pertama, saya mengkartu kuning kedua Mahmud Moni pemain Benteng karena menendang bagian perut pemain Persiku. Nah, dia tidak terima lalu saya dikerubungi pemain Benteng. Tiba-tiba dari belakang ada yang mukul lalu saya jatuh. Nah pas jatuh itu ada yang lari lalu menginjak wajah saya, kena pipi dan telinga. Kejadianya cepat sekali itu,” kenang Cholid.

BERITA REKOMENDASI