Cerita Driver Gojek Bawa Pulang Sate ‘Beracun’ yang Renggut Nyawa Anaknya

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Niat baik Bandiman, warga Salakan Bangunharjo Sewon Bantul untuk membantu mengantarkan takjil sate ayam dari seorang perempuan di Jalan Gayam Yogyakarta berakhir menjadi kesedihan. Betapa tidak, sate ayam yang sebenarnya hendak diberikan pada konsumen warga Kasihan Bantul harus merenggut nyawa buah hatinya, Naba Faiz Prasetya(8).

Peristiwa memilukan tersebut diceritakan Bandiman terjadi pada Minggu (25/04/2021) lalu selepas Ashar. Saat itu ia baru selesai menunaikan sholat di Masjid Noor Islam, hingga kemudian seorang perempuan muda berusia antara 20-25 tahun menghampiri.

“Saat itu saya habis sholat Ashar istirahat di samping masjid, motor diparkir depan masjid. Ada cewek umur sekitar 20-25 tahun menghampiri dan tanya motor saya bukan. Dia bilang mau antar paket tapi jauh banget, minta tolong saya bisa atau tidak. Saya jawab bisa. Tapi dia bilang tidak punya aplikasi, dia bilang offline saja. Saya bilang ya saya mau membantu, ketika itu ongkosnya Rp 25 ribu dan dia memberi Rp 30 ribu, saya tidak punya kembalian lalu kata dia buat saya,” ungkapnya pada wartawan.

Paket yang kemudian diketahui berisi sate lontong tersebut ditujukan untuk pria bernama Tomi yang tinggal di Vila Griya Asri Kasihan Bantul dan perempuan itu menyebut paket berasal dari Pak Hamid. Bandiman kala itu tidak memiliki kecurigaan karena nama pengirim, alamat rumah dan nomor handphone yang dituju benar-benar ada.

Ia bahkan sempat menelpon Tomi tersebut saat berada di depan kediaman nomor FF 01 itu. Namun, saat itu menurut Bandiman, rumah dalam kondisi sepi dan Pak Tomi sedang berada di luar kota.

“Bapak itu sempat telpon ibunya (istri) juga karena posisinya di luar kota. Saya tanya paketnya bagaimana. Lha paket sudah jelas nomor rumahnya, telponnya jelas, namanya jelas. Saya tanya paket mau saya kemanakan. Lalu dia bilang, ya sudah buat bapak saja buat buka puasa, ya saya bawa balik,” sambung dia.

Usai adzan Maghrib berkumandang, Bandiman yang sudah tiba di rumah lantas berniat memakan sate lontong yang dibawanya. Sang anak yakni Naba Faiz baru tiba pula dari TPA dan membawa makan buka berupa gudeg.

“Kebetulan yang saya bawa itu sate. Lalu anak saya bilang, gudegnya buat bapak saja dan satenya buat saya. Saya sempat makan dua tusuk dan anak saya yang besar juga makan tidak apa-apa. Ternyata racunnya itu ada dibumbunya. Anak saya makan dioles di bumbu itu langsung lari ke dapur muntah. Istri saya yang nyoba juga begitu. Anak saya sudah jatuh di dapur. Sempat dioles-olesi oleh kakak saya tapi karena darurat langsung saya bawa ke rumah sakit. Itu di jalan nafasnya sudah satu-satu itu,” kenangnya.

Saat dibuka, bungkusan sate itu memang terpisah antara bumbu, lontong dan tusuk sate ayamnya. Diakui Bandiman, sang putra baru memakan sedikit, setengah sendok saja sebelum akhirnya muntah-muntah dan tak sadarkan diri di dapur.

“Saya makan dua tusuk saat itu. Adiknya makan baru setengah sendok katanya rasanya itu pahit, dia sempat minum lalu ke dapur sudah tidak sadar langsung ngglethak gitu. Ibunya makan dikit, tapi respon langsung muntah, nah anak saya minum dulu mungkin itu membuat menyebar. Di rumah sakit dokter bilang positif keracunan. Ibunya saat ini masih dirawat,” lanjut dia dengan berusaha tegar.

Bandiman lantas mengingat sosok perempuan muda yang memberikannya sate tersebut. Ia mengakui perempuan tersebut berkulit putih mengenakan baju berwarna krem saat itu dan meminta bantuan antar di depan masjid Noor Islam Gayam.

Ia tak menyimpan kontak dari perempuan tersebut. Namun kini polisi sedang mendalami kasus sate beracun yang merenggut nyawa bocah tak bersalah tersebut.

Manajemen aplikasi Gojek yang menaungi Bandiman sebagai salah satu mitra menyampaikan dukacita dan belasungkawa atas peristiwa memilukan yang terjadi. Gojek mengakui menerima laporan dari Polsek Sewon perihal kejadian yang menimpa salah satu mitranya tersebut.

“Kami menerima laporan dari Polsek Sewon bahwa ada salah satu mitra kami yang anggota keluarganya meninggal dunia karena keracunan makanan yang diberikan oleh orang yang tidak dikenal kepada mitra kami. Saat ini kasusnya sedang ditangani oleh polsek Sewon,” ungkap Arum K Prasodjo, Head Of Corporate Affairs Gojek Jabar, Jateng & DIY melalui pernyataan tertulis pada KRjogja.com.

Gojek menurut Arum menyampaikan dukacita mendalam dan berharap keluarga Bandiman tabah menghadapi cobaan yang datang. “Kami turut berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa mitra kami bapak Bandiman dan semoga keluarga diberikan ketabahan,” tandas Arum. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI