Cerita ‘Goweser’ Yogya Taklukkan Lomba 1.500 Km Bentang Jawa, Berhadiah ‘Kepuasan Batin’

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Rizkiaji Primastomo atau yang akrab disapa Bob, pesepeda antusias asal Yogyakarta, berhasil menyelesaikan perlombaan Bentang Jawa dengan jarak 1.500 kilometer antara Carita hingga Banyuwangi. Berbagai cerita menarik mengiringi perjalanan mengayuh sepeda balap besi dengan total waktu 109,5 jam.

Kepada KRjogja.com, Bob menceritakan event bersepeda ultra endurace race dengan jarak 1.500 kilometer memang baru kali pertama ada di Indonesia. Alasan itulah yang membuatnya bulat mengikuti Bentang Jawa yang digelar awal Oktober lalu.

“2020 kemarin sebenarnya benchmark saya jatuh cinta pada gowes jarak jauh. November 2020 saya merayakan setahun kembali bersepeda usai vakum tiga tahun dengan gowes 51 jam Jogja-Kintamani 750 km. Lalu festive500yk, 500 km saya selesai dalam 2 hari, tak lama setelahnya ikut audax 600km dan 1000km. Lalu dengar Bentang Jawa, dengan rute 1.500 km selatan Pulau Jawa, yasudah memutuskan ikut,” ungkapnya ketika berbincang, Selasa (26/10/2021).

Bob mulai mempersiapkan diri untuk event ultra endurance race tersebut. Apalagi, format balap membuat peserta harus berlomba cepat hingga ke titik akhir dan tak boleh ada bantuan dari pihak lain, membuat pesepeda wajib menyiapkan segala kebutuhan secara mandiri.

“Saya berlatih bersepeda tanpa program khusus, perhari rata-rata 2-3 jam dengan rute andalan ke arah barat, Godean, Minggir, Nanggulan, atau ke utara ke Kaliurang dan sekitarnya. Persiapan yang agak susah adalah menentukan settingan sepeda seperti ukuran ban, banyaknya perbekalan juga karena ini unsupported ride, jadi semua kebutuhan pribadi harus dibawa sendiri, peserta tidak dapat bantuan dari pihak luar/team support,” sambungnya.

Bersama 36 peserta lainnya, Bob dilepas dari Carita menuju ke timur melintasi jalur selatan Jawa. Berbagai tantangan dihadapi, terlebih seluruhnya harus dilewati sendiri, tanpa bantuan.

Rute selatan Jawa ternyata memiliki kontur jalan naik turun dengan perbukitan dan beberapa ruas jalan sangat dekat dengan pantai. Cuaca panas pun harus dirasakan juga perjalanan melelahkan karena ia harus bersepeda 20 jam setiap hari.

“Saya benar-benar harus bisa manajemen stamina, harus siap dangan rencana harian, disiplin makan, disiplin istirahat serta resiko mekanikal juga. Tetap sehat selama menempuh 1500 km adalah hal yang paling menantang,” lanjut dia.

BERITA REKOMENDASI