Cerita ‘Goweser’ Yogya Taklukkan Lomba 1.500 Km Bentang Jawa, Berhadiah ‘Kepuasan Batin’

Editor: Agus Sigit

Hari pertama bersepeda, Bob mengalami mekanikal problem yang cukup menyita waktu karena di kilometer 151 ban sepedanya bocor. Tak hanya itu, di kilometer 180, cyclocomp untuk mengukur kilometer bersepedanya error.

“Saya sempat reset 2 kali untuk kembali menguplod rute ke cyclocomp. Teratasi saya lanjut dan 87 kilometer kemudian saya terjebak di salah satu hutan di daerah Jampang. Sepi dan sangat gelap tanpa penerangan. Saya merasa rikuh malam itu. Saya merasa seperti berkegiatan malam di tempat yang tidak tepat. Karena itu di km 265 saya putuskan berhenti dan tidur di kampung terakhir,” lanjutnya.

Namun begitu, segala kelelahan di satu sisi, dibalas alam dengan suguhan keindahan di sepanjang perjalanan. Pemandangan indah perahu bersandar, puluhan sapi digembalakan di gunung bahkan sekadar keceriaan anak-anak sepulang sekolah menjadi penyemangat tersendiri bagi Bob untuk menyelesaikan tantangan rute 1.500 kilometer.

“Saat lewat Semanu Gunungkidul, beberapa kawan memberi suntikan semangat. Race ini bisa terpantau live tracking GPS melalui aplikasi RACEMAP. Berbekal pantauan melaui RACEMAP ini teman-teman dan warga mendukung dengan antusias. Saya sadari setelah masuk Jawa Timur, berkali-kali berjumpa warga sambil pegang handphone untuk merekam pergerakan sambil bersorak mendukung. Bahkan beberapa teman (peserta) cerita kalau mereka sempat diajak mampir istirahat, dikasih bekal makan minum. Luar biasa hangat dukungan dari masyarakat,” kenangnya.

Lebih dari 66 ribu orang menyaksikan perjalanan perlombaan Bentang Jawa tersebut, melalui RACEMAP. Energi positif pun terus muncul menemani Bob dan seluruh peserta dalam mengayuh pedal sepanjang perjalanan.

BERITA REKOMENDASI