Cerita Sri Mujiati Manfaatkan Limbah Konveksi Jadi Keset Lucu Bernilai Jual

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sri Mujiati (50) seorang ibu rumah tangga warga Murangan VII Triharjo Sleman menjadi salah satu warga yang tergoncang ekonominya akibat pandemi Covid-19. Ia kini harus memutar kreativitas untuk mempertahankan asap dapur keluarganya tetap mengepul.

Sejak beberapa bulan terakhir, Sri mulai membuat keset dan masker dari sisa kain limbah konveksi. Kain-kain perca dijahitnya dengan penuh kreasi menjadi keset yang lucu berbagai karakter kartun dan masker berwarna-warni.

Kain-kain perca yang dibeli seharga Rp 5 ribu sekilo diubah dengan sangat cantik menjadi karakter Donald Duck, Mickey Mouse, Nemo, Tazmania hingga Doraemon dan dijual seharga Rp 30 ribu. Ia memanfaatkan media sosial sebagai sarana berjualan, dan masih melakukannya secara sendirian.

“Selama ini baru kerja sendirian, untuk tambah-tambah penghasilan karena pandemi ini. Beli kain biasanya Rp 5 ribu sekilo nanti diolah, jual satu keset jadi seperti ini ya bisa Rp 30 ribu. Lumayan bisa jadi penghasilan sedikit-sedikit,” ungkapnya ketika berbincang dengan Danang Wicaksana Sulistya (DWS) salah satu calon bupati Sleman, Selasa (22/09/2020).

Saat ini, Sri masih melakukan kerja kreatif membuat keset secara pribadi. Namun, ia memiliki mimpi memperbesar usaha dan bisa ikut mengajak para tetangga yang selama ini tidak memiliki pekerjaan.

“Sekarang masih sendirian, dikerjakan di rumah. Nanti kalau ada jalannya ya maunya jadi pekerjaan utama juga, mudah-mudahan ya ada jalannya bisa dibantu untuk akses,” ungkapnya lagi.

Sementara DWS menilai potensi masyarakat Sleman terutama di bidang UMKM sangat besar, salah satunya ditunjukkan oleh Sri Mujiati. Beberapa hal menjadi perhatian DWS misalnya untuk menjembatani akses permodalan serta pemasaran produk secara lebih luas.

“Hasil produk Bu Sri ini bagus-bagus, seharusnya nilai jualnya bisa lebih. Kita mulai mendata potensi yang ada, lalu mendorong dan memfasilitasi. UMKM ini harus difasilitasi karena menjadi salah satu upaya mendongkrak ekonomi Sleman serta menyiasati minimnya lapangan pekerjaan,” terang DWS. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI