Cerita Unik di Balik Rencana Nikah Massal di Stasiun

ADA cerita unik yang terjadi selama persiapan Nikah Massal yang rencananya akan berlangsung Selasa 6 September 2016 di Stasiun Tugu Yogyakarta. Salah satunya adalah bagaimana panitia menerima banyaknya telepon dari orang-orang yang ingin menemukan pasangan hidup.

Wartawan KRjogja.com mendengar sendiri secara langsung bagaimana, Ketua Forum Ta'aruf Indonesia (Fortais) Ryan Budi Nuryanto tengah menerima telepon dari orang-orang yang ingin dicarikan jodoh. "Iya bu, kami siap sedia, mau laki-laki yang seperti apa? Lajang ada, duda tanpa anak ada," ujar Ryan Budi Nuryanto, saat menerima telepon usai jumpa pers 'Nikah Bareng di Stasiun Tugu' beberapa hari yang lalu.

Menurut Ryan, telepon yang diterimanya mungkin ada ratusan. Hal tersebut karena memang peserta yang mendaftar untuk nikah massal mencapai 500 orang. Sayang dari jumlah tersebut yang memenuhi syarat cuma 8 pasangan. "Ini terkait surat-surat legalitas, kami dari Fortais akan menanyakan status dari pendaftar, dari situ mungkin banyak yang merasa kesulitan," tambah Ryan.

Ia memang menekankan bagi yang ingin ikut acara 'Nikah Bareng di Stasiun Tugu' harus memiliki kejelasan perihal status, seperti lajang, duda atau janda. Hal tersebut nyatanya membuat banyak pasangan belum siap untuk menikah.

Peserta nikah massal sebenarnya banyak diuntungkan karena tidak dipungut biaya. Selain itu untuk mahar semua disediakan oleh Fortais berupa seperangkat alat sholat, cincin kawin, busana dan tata rias serta souvenir. (MG-04)

BERITA REKOMENDASI