Cetak Pebisnis Kafe, Polbangtan Yoma Beri Pendampingan Mahasiswa

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Yogyakarta sebagai kota pelajar sekaligus kota kuliner, bagai dua sisi  keping uang logam. Situasi ini secara langsung ditandai dengan kehadiran generasi muda, yang belakangan ini banyak mengalami transformasi gaya hidup/life style. Transformasi gaya hidup ini, akan membawa implikasi bisnis proses baru, adanya konsumen baru, value baru.

Perubahan ini membuka peluang bisnis baru bagi generasi muda yang peka terhadap perubahan dinamika lingkungan strategis lokal, regional dan global. Selain sebagai kota pelajar, Yogyakarta juga merupakan salah satu destinasi favorit pariwisata. Gaya hidup kota wisata, tentu tidak lepas dari keberadaan kafe. sebagaimana kota kota destinasi wisata di seluruh dunia.

Situasi kota pelajar, kota kuliner dan destinasi utama pariwisata ini menjadikan peluang bagi para enterpreuner muda, untuk meraih masa depan ekonominya.

Kafe Milenial di Yogya sebagai Gaya hidup memadukan bisnis kuliner dengan konsep kafe. "Munculnya peluang bisnis kafe baru ini, menjadi tantangan yang bagus bagi Politeknik Pembangunan Pertanian Yogya Magelang (Polbangtan Yoma) untuk menyiapkan enterpreur muda dalam meraih devisa," kata Direktur Polbangtan Yoma, Dr Rajiman belum lama ini.

Fakta menunjukkan bahwa, Pulai Bali dapat mensejahterakan rakyatnya, dengan bergantung pada sumber utama mata pencahariannya yaitu Pariwisata. Hal ini menjadi peluang untuk munculnya enterpreuner baru, yang bergerak di bidang gaya hidup kekinian tersebut.

Polbangtan YoMa telah melakukan pendampingan dan penguatan mahasiswa, dan pebisnis kafe di kota Yogyakarta dan sekitarnya. Pendampingan dan penguatan, dilakukan Polbangtan melalui branding dekorasi, branding menu makanan yang disajikan, branding pelayanan dan pelayanan, branding hyeginis/kesehatan hingga branding pemasaran. (*)

 

BERITA REKOMENDASI