Merebaknya Corona Ganggu Perekonomian Yogya

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Merebaknya virus Korona mulai dirasakan oleh sektor perekonomian di tanah ariIndonesia. Kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi para pelaku usaha untuk lebih kreatif dan menciptakan sejumlah inovasi.

“Dampak dari merebaknya virus Korona mulai dirasakan sektor ekonomi. Hal itu bisa dilihat dari mobilitas barang dan jasa jadi melambat. Menjadi tugas pemerintah untuk membangun opini publik supaya tidak panik. Konsekuensi dari itu adanya hoaks dan berita yang membuat orang menjadi takut, harus dilawan dan dijelaskan secara masuk akal. Sehingga informasi simpang siur di masyarakat bisa dihindari,” kata pakar ekonomi dari Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Prof Dr Edy Suandi Hamid.

Diungkapkan, hubungan ekonomi Indonesia dengan China tergolong cukup kuat. Sehingga dampak dari merebaknya virus Korona II multiplayer effectnya secara otomatis dirasakan oleh Indonesia, termasuk DIY.

Untungnya untuk sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan bagi DIY, meski terdampak namun tidak terlalu signifikan, karena jumlah turis (wisatawan) dari China yang ke Yogya tidak terlalu banyak.

Tapi karena perekonomian dunia menurun, Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbuka yang lebih tinggi dari Amerika, maka dampaknya cukup luas. Pasti akan mengalami penurunan ekonomi dari target yang ada.

“Pembentukan opini publik dibutuhkan agar membuat tenang, nyaman, dan harus dilakukan dengan gencar. Jika ada isu harus diluruskan secara rasional. Karena kalau semua orang panik, saya khawatir sesuatu yang ditakutkan akan terjadi betul. Sekarang sudah bagus sekolah dan kampus jaga kebersihan, ada antiseptik tisu dan sabun, itu gerakan bagus,” jelasnya.

Menurut Edy, maraknya pemberitaan soal virus Korona menjadikan masyarakat lebih selektif dan lebih meningkatkan kewaspadaan. Kondisi itu berpengaruh pada mobilitas manusia dan mobilitas faktor produksi akibatnya ke ekonomi. Hal itu bisa dilihat dari animo masyarakat untuk melakukan kunjungan wisata ke luar negeri yang mengalami penurunan. Dampaknya tidak hanya penumpang pesawat menjadi berkurang, tapi juga tamu-tamu hotel mengalami penurunan. (Ria)

BERITA TERKAIT