Covid-19 Masih Mengancam, Untar Bantu Cegah Stunting di Yogyakarta

YOGYA, KRJOGJA.Com – Pandemi Covid-19 yang berlarut-larut dikhawatirkan berpotensi meningkatkan angka stunting. Karena itu, pencegahan gizi kurang pada balita perlu terus dilakukan agar angka stunting berkurang.

Terkait upaya tersebut, Universitas Tarumanagara (Untar) ikut mendukung penghapusan kasus stunting di Yogyakarta melalui Program Donasi Perbaikan Gizi Balita Bausasran Yogyakarta. Paket berisikan daging, susu, biskuit, minyak goreng, dan madu diberikan kepada 22 balita. Pemberian paket ini diharapkan membantu perbaikan gizi balita di tengah situasi pandemi Covid-19.

Penyerahan donasi perbaikan gisi balita tersebut diserahkan wakil dari Untar, Doddy Salman. “Diharapkan bantuan ini dapat bermanfaat,” ujar Doddy, Selasa (12/4/2022).

Baca Juga

Orangtua Punya Anak Remaja di Luar Rumah Setelah Pukul 22.00 Wajib Dipantau

Angka Stunting Masih Tinggi, Sulit Wujudkan Generasi Emas

Menurut Doddy yang juga pengajar di Untar, stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di seribu hari pertama kehidupan seorang anak. Ciri anak stunting di antaranya adalah bertubuh pendek dibandingkan anak seusianya, pertumbuhan gigi lambat dan menurunnya kemampuan kognitif (berpikir).

Data terbaru Studi Status Gizi Indonesia mencatat terjadi penurunan angka stunting secara nasional sebesar 1,6% sehingga secara nasional jumlahnya menjadi 24,4%. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan berencana dua tahun ke depan angka stunting nasional menurun menjadi 14%.

Di Yogyakarta pandemi Covid-19 mengakibatkan kenaikan kasus stunting walau masih di angka prevalensi 10%. Situasi pandemi mengakibatkan roda ekonomi bergerak perlahan sehingga masyarakat harus mengencangkan ikat pinggang. Angka kemiskinan bertambah sehingga asupan gizi terutama pada balita pun berkurang

Pemerintah kota/kabupaten Yogyakarta sejak 2013 melakukan Pemberian Makanan Tambahan kepada para balita berupa biskuit MT (makanan tambahan). Pemberian biskuit MT sebanyak 8-9 keping perhari diharapkan dapat mempercepat pertambahan berat badan balita. Sehingga penurunan gizi balita terhindarkan. (Jon)

BERITA REKOMENDASI