Covid-19 Meningkat, Industri Pariwisata Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di DIY maupun berbagai daerah lainnya dipastikan akan memberikan dampak terhadap industri pariwisata. Untuk itu, para pelaku industri pariwisata di DIY harus meningkatkan kewaspadaannya dengan memperketat dan memperkuat penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 agar tidak terjadi kasus atau klaster dari wisata.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Raharjo mengatakan kasus positif Covid-19 harian di DIY dilaporkan mengalami kenaikan signifikan, bahkan mencetak rekor kasus harian tertinggi beberapa waktu ini. Situasi dan kondisi perkembangan kasus pandemi Covid-19 baik di DIY maupun secara nasional ini menjadi kewaspadaan bagi semua pihak.

“Lonjakan kasus virus Korona ini jelas sangat berpengaruh pada industri pariwisata di DIY. Wisatawan yang berkunjung ke DIY berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur cukup banyak, walaupun wisatawan lokal DIY masih mendominasi dari data yang kami himpun via aplikasi Visiting Jogja,” paparnya di Yogyakarta, Sabtu (19/06/2021).

Singgih menyatakan apabila terjadi lonjakan kasus maka otomatis penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata harus semakin dikuatkan kembali. Selain itu, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro pun harus dipatuhi dan disesuaikan. Destinasi juga telah diminta melakukan pembersihan total atau sterilisasi dalam satu hari, kapasitas pengunjung dibatasi hingga 50 persen, termasuk menyediakan tempat cuci tangan dan penerapan prokes lainnya.

“Ada perubahan aturan dalam PPKM skala mikro terkait kegiatan seperti seni pertunjukan atau event maka kapasitasnya hanya diperbolehkan 25 persen.Pembatasan kapasitas ini supaya tidak menimbulkan kerumunan,” tambahnya.

Terkait opsi kebijakan lockdown apabila diterapkan di DIY, Singgih mengaku sepenuhnya akan mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan Pemda DIY dan pihaknya akan berupaya menyesuaikan nantinya. Contohnya adanya aturan penutupan destinasi wisata di zona oranye dan merah masih tetap diberlakukan hingga saat ini. Sebab potensi penularan Covid-19 di dua zona tersebut cukup tinggi, sehingga destinasi wisata yang berada di area zona merah dan oranye wajib tidak beroperasi agar tidak timbul kasus baru.

“Pengaturan lebih lanjut zonasi Covid-19 ini berada di Pemkab/Pemkot. Semisal Bantul mengeluarkan instruksi bupati yang menutup area wisata setiap akhir pekan, jadi semuanya disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah,” tegasnya.

Sementara guna mengantisipasi kedatangan wisatawan dari luar DIY, Singgih menyampaikan persyaratan pelaku perjalanan antar provinsi masih berlaku dan diberlakukan dengan ketat. Para pelaku perjalanan yang masuk ke DIY harus dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan yang dipersyaratkan. Pihaknya juga akan melakukan skrining acak bagi pelaku perjalanan yang masuk ke DIY nantinya.

“Sekali lagi saya menghimbau seluruh pengelola destinasi wisata di DIY dapat menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini sebagai upaya agar tidak terjadi penambahan kasus ataupun klaster karena kunjungan wisata,” pungkasnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI