Covid-19 Momentum Pembangunan Budaya Pengelolaan Sampah Plastik

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Wabah Covid 19 memporak poradakan tata kehidupan masyarakat. Kesahatan, sosial, ekonomi dan lingkungan terkena dampaknya. Dalam aspek lingkungan, tantang besar Indonesia adalah limbah plastik, penggunaan plastik sekali pakai meningkat, baik untuk kebutuhan perlindungan kesehatan tenaga medis, maupun untuk kebutuhan konsumsi masyarakat.

Ditengah pandemi dan ketidakpastian, prioritas kita harus jelas. menjaga kesehatan dan kehigienisan adalah nomor satu. Namun, perlu perhatian khusus juga untuk pemilahan, pengumpulan dan pengelolaan sampah plastik. Sampah rumah tangga harus terkelola dengan baik.

Managing Director Kertabumi Klinik Sampah, M Ikbal Alexander mengatakan metode reuse dan reduce sudah banyak komunitas lain yang menjalankan Kertabumi mengisi kekosongan dibagian recycle. Produk-produk yg kertabumi jual dan kembangkan bernilai jual pak, sebelum corona kami produksi sampai 1000 pcs/bulan di ekspor ke jepang dan eropa.

Menurut Ikbal, Sebaiknya jangan melihat plastik sebagai sampah, tapi sebagai material membuat produk. Treatment nya juga disamakan dengan membuat produk dari material lain, kualitas dan design harus benar-benar bagus.

“Di desa-desa binaan kami, sosialisasi di barengkan dengan pembangunan infrastruktur waste management; pendirian bank sampah, pemberian tong sampah 3 jenis di setiap RT dan social experiment lainya dan itu pun proses nya sampai 6 bulan. Karena kita mencoba mengubah budaya maupun prilaku. Tidak bisa dalam satu malam,” tambah Ikbal.

BERITA REKOMENDASI