‘Cyber Bully’, Aktivitas Daring Lakukan Kekerasan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kekerasan dalam kegiatan belajar daring sering muncul. Kekerasan itu diantaranya, cyberbullying dan ‘Online Sexual Harassement’. Online Sexual Harassement atau Cyber Bully, sebuah tindakan yang terus menerus mengejar orang lain secara online bertujuan menakut-nakuti atau mempermalukan korban.

Kekerasan mengakibatkan kecemasan, kekhawatiran dan trauma bagi si korban. Apa yang bisa dilakukan oleh kita sebagai masyarakat untuk mengantisipasi dampak negatif di antaranya membuat jadwal penggunaan gadget, isi waktu berkegiatan tanpa gadget, buat kesepakatan dengan anak, beritahu bahaya kecanduan gadget pada anak, sehingga pada endingnya orang tuapun harus melek teknologi.

Demikian diungkapkan Arnita Emauli Marbun SH MH, Tim Advokat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tentrem Yogyakarta saat webinar tentang hukum bertema ‘Penguatan Pendidikan Karakter’, Sabtu (27/02/2021). Kegiatan diselenggarakan Lembaga Siswa Pramuka SMK Koperasi Yogyakarta, Jalan Kapas. Kegiatan tersebut diberi pengantar Duwi Suroyo SPd (Pembina Pramuka SMK Koperasi Yogya) dan dibuka Edy Susanto SPd (Kamabigus sekaligus Kepala SMK Koperasi Yogyakarta) dipandu Dhias Taranti SPd. Kegiatan live melalui platfotm medi sosial Instagram diikuti 110 orang dari Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak, guru internal maupun eksternal.

Menurut Arnita, selain potensi kekerasan dalam aktivitas daring, potensi lain adalah penyalahgunaan dan manipulasi informasi pribadi, sehingga kita jangan mudah memberikan informasi detail pribadi seperti alamat, nomor telepon dan nama sekolah. Laporkan komentar, pesan, dan foto yang menyakitkan danmeminta media sosial tersebut untuk menghapusnya, atur privasi akun media sosial dan unfriend atauunfollow akun yang tidak membuat nyaman.

“Dengan kompleksnya potensi – potensi dalam dunia daringmaka hal-hal tersebut perlu menjadi perhatian bersama” Imbuh Arnita yang juga merupakan tim Advokat LBH Tentrem Yogyakarta.

Arnita mengatakan, selain potensi kekerasan dalam aktivitas daring, potensi lain penyalahgunaan dan manipulasi informasi pribadi, sehingga kita jangan mudah memberikan informasi detail pribadi seperti alamat, nomor telepon dan nama sekolah.

“Laporkan komentar, pesan, dan foto yang menyakitkan dan meminta media sosial tersebut untuk menghapusnya, atur privasi akun media sosial dan unfriend atau unfollow akun yang tidak membuat nyaman. Dengan kompleksnya potensi – potensi dalam dunia daring maka hal-hal tersebut perlu menjadi perhatian bersama.” katanya.

Menurut Edy Susanto webinar ini menjadi terobosan yang dipilih sebagai kegiatan alternatif dalam membangkitkan semangat belajar bagi peserta didik. Kurang lebih satu tahun kegiatan pembelajaran langsung sangat terbatas sebab mengikuti regulasi yang ada berkaitan dengan pandemi Covid-19 ini. “Sehingga sekolah sangat mendukung kegiatan-kegiatan kreatif dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Melalui webinar ini melaksanakan Penguatan Pendidikan Karakter dan membangun kesadaran hukum bagi siswa dan semua elemen pendidikan, sehingga mereka dapat paham dan mengerti tentang hukum yang berlaku dalam kegiatan dan aktivitas daring dalam kehidupan sehari-hari agar meminimalisir dari jeratan hukum dan lebih memilih cara-cara kekeluargaan jika menjumpai masalah.

“Aktivitas daring tentunya mempunyai dampak positif dan negatif bagi siswa tak terkecuali potensi kekerasan, sebab kekerasan tidak hanya terjadi di aktivitas nyata, tanpa kita sadari aktivitas daringpun demikian. Sehingga perlu pemahaman yang baik untuk mengantisipasi kekerasan-kekerasan yang bisa terjadi,” tambahnya.

Sedangkan Pembina Pramuka, Duwi Suroyo mengatakan, Permendikbud nomor 63 tahun 2014 menerangkan, Pramuka adalah kegiatan ekstrakurikuler wajib bagi sekolah yang didukung UU nomor 12 tahun 2010. Tentang Gerakan Pramuka menjadi landasan Pramuka SMK Koperasi untuk terus berinovasi dalam kegiatan agar tetap eksis berkegiatan di tengah-tengah pandemi salah satunya dengan webinar melalui media sosial, Instagram adalah salah satu media sosial yang sangat digandrungi oleh masyarakat khususnya generasi muda. Maka dari itu Panitia memilihnya sebagai media webinar. (Jay)

BERITA REKOMENDASI