Daging Rendah Kolesterol, Sapi Diberi Makan Kulit Kakao

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Banyak orang takut mengkonsumsi daging sapi lantaran menimbulkan efek kolesterol dari kandungan daging tersebut. Namun ternyata, kini para peneliti Fakultas Peternakan (Fapet) UGM bersama Universitas Mataram (Unram) menemukan pakan sapi penurun tingkat kolesterol daging.

Peneliti Senior Fapet UGM Edi Suryanto, Ph.D kepada wartawan Sabtu (27/05/2017) menjelaskan pakan sapi tersebut berasal dari kulit buah kakao yang banyak ditemukan saat ini. Kulit kakao tersebut kemudian dicampur dengan jerami jagung sebagai pakan utama sapi.

"Dari hasil penelitian di Fapet UGM dan Fapet Unram menunjukkan bahwa sapi Bali yang diberi pakan Kulit Kakao dicampur dengan jerami jagung, mempunyai rata-rata kandungan kadar kolesterol 62,5 mg/100g. Biasanya sapi Bali yang pakan utamanya tidak dicampur kulit kakao mempunyai rata-rata kandungan kadar kolesterol 80-100 mg/100g," terangnya.

Dari hasil penelitian itulah kemudian dibuktikan bawasanya menurunnya tingkat kolesterol daging sapi dipastikan akan menurunkan konsumsi daging berkolesterol tinggi bagi masyarakat yang mengkonsumsi daging tersebut. "Apalagi ini masuk Bulan Ramadhan biasanya masyarakat mengkonsumsi daging sapi cukup banyak, maka sangat perlu diperhatikan kadar kolesterol yang dikandung dalam daging sapi, supaya tetap sehat dan bugar selama saat menjalankan ibadah puasa," ungkapnya lagi.

Kini pihak Fapert UGM bersama Unram terus mengembangkan penelitian di mana salah satunya melakukan fermentasi terhadap kulit kakao yang dirasa bakal meningkatkan tingkat kecernaan yang membuat penurunan kolesterol semakin maksimal. Terkait potensi kulit kakao sendiri, Edi menilai cukup melimpah di wilayah Indonesia.

"Saat ini kita terus sosialisasikan pada peternak bahwa kulit kakao adalah satu pakan sapi yang optimal digunakan terutama menurunkan kolesterol dalam daging. Integrasi antara peternakan sapi dan perkebunan kakao perlu dilakukan sehingga integrasi dan kolaborasi bidang peternakan dan perkebunan dapat menjadi solusi kekurangan pakan di musim kemarau," pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI