Dakon, Kitiran dan Othok-othok Hiasi Pameran “Kembara Gembira : Ayo Dolan Ayo Cerita!”

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJogja.com– Museum Sonobudoyo Yogyakarta kembali menggelar pameran rutin bertajuk ‘Kembara Gembira : Ayo Dolan! Ayo Cerita’ diperuntukkan bagi anak-anak maupun orang dewasa yang ingin kembali berpetualang dan bernostalgia ke masa kecil. Di sisi lain ada upaya melestarikan kembali kearifan lokal yang faktanya mulai tergerus oleh jaman dan modernitas. Pameran dibuka secara gratis, mulai tanggal 2 – 30 Juni, mulai pukul 09.00-21.00 WIB dan tetap menetapkan protokol kesehatan Covid-19.
Kepala Museum Sonobudoyo, Setyawan Sahli mengatakan meski pameran temporer menceritakan tentang dunia anak, namun pameran memiliki nilai budaya yang tinggi dan dapat dinikmati semua kalangan. “Kami berharap melalui pameran dapat menarik perhatian anak-anak dan dewasa. Pameran menjadi wahana pendidikan bagi anak-anak sekarang mengenai nilai, norma, dan kerukunan yang dapat dipetik budi pekerti masa lalu,” jelasnya.
Pameran dikonsep seperti labirin selain untuk menarik perhatian anak, juga cerminan kegembiraan dan petualangan. Pengunjung harus melalui labirin untuk dapat menikmati koleksi yang ditampilkan. Dari situlah pengunjung dewasa diharapkan dapat mengenang dan merasakan kembali kegembiraan masa kecil.
Permainan tradisional yang dihadirkan seperti dakon, kitiran, klontongan atau othok-othok mengisi ruang pameran yang diharapkan dapat mengedukasi pengunjung. Selain itu juga dihadirkan rekaman lagu anak-anak jaman dulu yang akan membawa pada nostalgia yang sayang apabila dilewatkan. “Permainan tradisional sebagai bagian dari kearifan lokal yang berpotensi mengedukasi para pengunjung,” imbuhnya.
Adapun beberapa hal yang berkaitan dengan tradisi dan sosial budaya yang ikut mengisi sudut pameran ialah upacara tradisi anak-anak dalam konsep daur hidup dan juga upacara tetesan bagi anak perempuan.  Selain pameran tematik, Setyawan juga mengatakan meski masih ada pandemi Covid-19, pihaknya menggelar kegiatan seni wayang kulit dan kesenian kerakayatan dengan pembatasan 25 persen penonton dan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Acara berlangsung setiap Selasa-Minggu malam di Pendopo Timur Museum Sonobudoyo. (R-1)

BERITA REKOMENDASI