Dalam Kesusasteraan Jawa, Sabdo Palon dan Naya Genggong Kembali ke Bumi Membawa Kedamaian

YOGYA, KRJOGJA.com – Sabdo Palon dan Naya Genggong, dibicarakan banyak masyarakat beberapa waktu terakhir. Rentetan letusan gunung berapi di Indonesia hingga munculnya wabah dikaitkan dengan kembalinya penasihat Prabu Brawijaya yang dipercaya muksa 500 tahun silam.

Dr Purwadi, ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara yang memang banyak menelaah kebudayaan Jawa mengungkap Sabdo Palon Dan Naya Genggong memang dipercayai akan kembali ke bumi pada 2020 ini atau 500 tahun setelah keruntuhan Majapahit. Namun menurut dia, konotasi kedatangan Sabdo Palon tak perlu membuat masyarakat risau karena justru menampilkan kedamai0an.

“Sabdo Palon dan Noyo Genggong menghendaki agar masyarakat Jawa menjunjung tinggi sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa dan sembah rasa. Nasihat sembah catur ini sungguh diperlukan dalam menghadapi gejolak masa kini. Sabdo Palon dan Noyo Genggong hadir untuk membawa equibrium atau keseimbangan kosmis. Kesadaran ini terpantul dalam ungkapan jagad gumelar lan jagad gumulung,” ungkap Purwadi pada KRjogja.com.

Sementara R Bima Slamet Raharja, dosen Sastra Jawa UGM mengatakan nama Sabdo Palon memang banyak disebut dalam khazanah kesusasteraan Jawa. Beberapa karya sastra Jawa yakni Darmagandhul dan Gatholoco menyebutkan nama yang diketahui sebagai penasihat Prabu Brawijaya di Kerajaan Majapahit.

BERITA REKOMENDASI