Dalam Sepekan, 1.700 Pelanggaran Protokol Kesehatan Ditemukan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kendati upaya penegakan protokol kesehatan terus dilakukan Pemda DIY untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19, namun hasilnya belum bisa dikatakan optimal. Hal itu terlihat dari masih banyaknya pelanggaran yang dilakukan masyarakat. Karena berdasarkan data dan laporan di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemda DIY, selama sepekan dari tanggal 1 sampai 7 Oktober sudah ditemukan 1.700 lebih pelanggaran.

“Sebetulnya edukasi dan penegakan protokol kesehatan terus kami lakukan. Sayangnya semua itu belum diimbangi kesadaran masyarakat. Kebanyakan para pelanggar itu tidak menggunakan masker secara benar sesuai ketentuan,” kata Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad.

Noviar mengungkapkan, saat ini edukasi terhadap penegakan protokol kesehatan terus dilakukan. Sasarannya lebih difokuskan ke tempat usaha seperti warung makan, angkringan dan tempat hiburan, mengingat di tempat-tempat tersebut masih ditemukan banyak pelanggaran. Antara lain masih ditemukan adanya kerumunan dan memakai masker tidak sesuai ketentuan.

“Di sejumlah objek wisata juga masih banyak ditemukan pelanggaran. Padahal jumlah kunjungan wisatawan di pantai cukup tinggi. Misalnya di Pantai Glagah Kulonprogo, pada hari Minggu saja ada sekitar 5.000 pengunjung dan Parangtritis Bantul lebih banyak lagi, sekitar 7.000 pengunjung. Jadi perlu pengawasan tinggi, karena masih menjadi daerah rawan pelanggaran protokol kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu kasus positif Covid-19 di DIY kembali bertambah 51 kasus, dengan demikian total kasus terkonfirmasi menjadi 2.904 kasus. Tingginya jumlah tambahan kasus terkonfirmasi tersebut sebagian besar (sebanyak 25 kasus) dari hasil kontak tracing kasus dan 17 kasus masih penelusuran.

Juru Bicara (Jubir) Pemda DIY untuk Penanganan Virus Korona Berty Murtiningsih mengatakan, riwayat penularan paling banyak didapatkan dari hasil kontak tracing kasus positif kasus sebelumnya. Untuk pasien sembuh bertambah 9 orang, sehingga menjadi 2.192 kasus sembuh. Sedangkan jumlah kasus meninggal bertambah satu orang menjadi 76 kasus.

Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY tersebut, jumlah sampel diperiksa sebanyak 749 sampel dari 666 orang di DIY. Case Recovery Rate (CRR) atau Tingkat Kesembuhan 75,48 persen dan Case Fatality Rate (CFR) atau Tingkat Fatalitas pasien terkonfirmasi positif Covid-19 2,62 persen. Jumlah suspek 13.001 orang. Untuk tempat tidur (TT) di 27 RS Rujukan Covid-19 di DIY masih tersisa baik yang critical sebanyak 23 bed dan noncritical 250 bed. (Ria/Ira)

BERITA REKOMENDASI