Damandiri Dorong Penerapan Smart Digital Farming

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Ketua Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri), Subiakto Tjakrawerdaya mendorong para pelaku usaha di bidang pertanian untuk mulai menerapkan sistem smart digital farming. Penerapan teknologi informasi berbasis digital di bidang pertanian ini dinilai akan menjadi solusi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para petani.

Hal demikian diungkapkannya saat mendampingi Anggota Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Haryadi bersama salah satu pengurus yayasan, Retnosari Widowati Harjojudanto (Mbak Eno), dalam kegiatan kunjungan dan dialog bersama para petani dan pelaku usaha pertanian organik ‘Tani Organik Merapi’, di dusun Balangan, Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Jumat (02/03/2018).

"Saya rasa petani harus mulai menerapkan smart digital farming. Ini akan sangat membantu petani dalam mengelola usaha di bidang pertanian. Kita (Yayasan Damandiri) juga tengah menyiapkan sistem ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani," kata perempuan yang akrab disapa Titiek Soeharto tersebut.

Dalan kesempatan itu, Subiakto Tjakrawerdaya juga mendorong para petani yang tergabung dalam kelompok tani agar membentuk dan mendirikan koperasi sebagai sarana mencapai kesejahteraan bersama. Adanya koperasi yang berbadan hukum dinilai akan mempermudah para petani, menjalin sekaligus memperluas hubungan kerja sama dengan berbagai pihak baik pemerintah maupun lembaga swadaya lainnya.

"Yang terpenting usaha di bidang pertanian semacam ini harus bisa berkontribusi mengatasi persoalan kemiskinan di lingkungan sekitar. Warga yang kondisi ekonominya masih lemah harus ikut diajak bergabung, agar kesejahteraannya bisa meningkat. Itu yang selama ini Yayasan Damandiri lakukan, yakni berupaya mengentaskan kemiskinan rakyat Indonesia, sebagaimana selalu dipesankan Pak Harto," katanya.

Sebagai salah satu pelopor usaha di bidang pertanian organik, ‘Tani Organik Merapi’ didirikan dengan misi sosial yakni meningkatkan kesejahteraan petani di sekitarnya. Selain mengajak dan melatih petani sekitar untuk menerapkan sistem pertanian organik, ‘Tani Organik Merapi’ juga turut membantu para petani memasarkan produk hasil pertanian organik mereka.

Hingga saat ini, ’Tani Organik Merapi’ telah mampu berkontribusi meningkatkan kesejahteraan ratusan petani di sekitar wilayah Wukirsari, Cangkringan, Sleman, baik itu yang berada di bawah naungan langsung ‘Tani Organik Merapi’ maupun yang tergabung dalam beberapa kelompok petani mitra se-kelurahan Wukirsari.

"Dengan beralih ke sistem pertanian organik, para petani binaan kita akan mendapatkan keuntungan berlipat hingga mencapai 100 persen. Karena untuk satu jenis produk sayuran saja yang biasanya hanya dihargai Rp 2.500 – Rp 3.000 per kilogram misalnya, bisa dijual dengan seharga Rp 6.000. Sehingga pendapatan petani jauh meningkat," ujar salah seorang pendiri sekaligus pemilik ‘Tani Organik Merapi’, Sugiyanto. (Van)

BERITA REKOMENDASI